Data yang valid dan terverifikasi menjadi kunci dalam proses pemulihan. Jangan sampai ada madrasah terdampak yang luput dari pendataan, karena ini menyangkut keberlangsungan proses belajar mengajar.
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi saat membuka Rapat Koordinasi Akselerasi Data Madrasah Terdampak Bencana Zona 1 dan Zona 2 di Banda Aceh, Rabu 11 Februari 2026.
Menurut Azhari, percepatan dan akurasi pendataan sangat menentukan arah kebijakan serta penyaluran bantuan bagi madrasah yang terdampak bencana. Ia meminta seluruh jajaran, khususnya kepala madrasah, untuk proaktif memperbarui data sesuai kondisi riil di lapangan, mulai dari tingkat kerusakan sarana prasarana, jumlah siswa terdampak, hingga kebutuhan mendesak lainnya.
“InsyaAllah persoalan ini dapat kita selesaikan bila kita terus bersinergi dan kompak. Meunyo ka sapeu pakat, peu yang tahajat pasti terlaksana,” ujarnya.
Selain itu, Azhari juga mengajak seluruh jajaran untuk bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menyampaikan informasi terkait kondisi dan penanganan madrasah terdampak bencana.
Rakor tersebut dihadiri Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh, H Khairul Azhar, SAg MSi, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Tamiang, H Anwar Padli SAg, serta para Kepala Seksi Pendidikan Madrasah dari daerah terdampak.
Adapun peserta berasal dari madrasah di wilayah Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, dan Bireuen yang masuk dalam kategori zona terdampak bencana.









