[Kutacane | Tarmizi/Yakub] Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh Drs HM Daud Pakeh dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh Drs Hasanuddin Darjo MM mengunjungi Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) dalam rangka temu ramah bersama ratusan guru madrasah.
Dalam lawatanya ke Kutacane, dua Kepala tersebut melangsungkan pertemuan di MAN Kutacane dengan para dewan guru Kanwil Kemenag se Kutacane, Sabtu (26/3).
Dalam pertemuan yang dilangsungkan selama beberapa jam. Dua Kadis Provinsi ini menyampaikan sejumlah pendapat dan masukan para guru Madrasah (MIN, MTs, dan MA) yang ada di Aceh Tenggara.
Kadis dalam kesempatan tersebut dirinya menyampaikan bahwa pendidikan di Kemenag dan Disdik Aceh tidak ada lagi perbedaan, antara Kemenag dan Disdik.
Dikatakannya, sekarang ini pendidikan di Aceh harus tiga karakter, yang pertama berdasarkan Dinul Islam, yang kedua bersyariat dan yang ketiga pendidikan yang menuntut kepada jalan akhirat.
“Tujuh lembar Ijazah yang di akui di dunia yaitu Ijazah Taman Kanak-kanak, kedua Ijazah SD, ketiga SMP, keempat SMA, kelima S1, keenam S2, dan ketujuh S3,” sebut Darjo.
Dirinya juga mengatakan, di saat meninggal yang ditanyakan bukan tujuh lembar ijazah yang tadi, tetapi siapa, Tuhan kita, Nabi kita, dan Imam kita.

“Tanpa kita menuntut ilmu, tanpa ada guru, tentu kita tidak bisa apa-apa, tidak ada yang mengajar,” ujar Kadisdik Aceh ini.
Sementara itu Kakanwil Drs HM Daud Pakeh dalam kesempatan tersebut dirinya mengatakan semua yang di utarakan oleh Kadisdik Aceh itulah salah satu syarat menuju Pendidikan Aceh yang gemilang dan berwawasan Islam.
Hadir dalam pertemuan itu, selain Kakanwil, Kadis, dan Kabid PAI Drs H Saifuddin AR, ada Kasi PAIS Kankemenag Agara, Saharuddin SAg, Kepala MAN Kutacane Ahmad SPdI dan lainnya. []
[Gambar: Hasanuddin Darjo dan Daud Pakeh kunjungi Aceh Tenggara disambut ratusan guru madrasah; H Hasanuddin Darjo dan HM Daud Pakeh hadiri acara temu rmah bersama ratusan guru madrasah di Aceh Tenggara. Foto: Tarmizi A Gani]














