[Karang Baru | Muhammad Sofyan] Kankemenag Tamiang bekerja sama dengan UIN Arraniry Banda Aceh menggelar kegiatan berupa Pelatihan Pengelola Perpustakaan.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Al-Ikhwan ini diselenggarakan atas dana swadaya masing-masing peserta ini diikuti oleh 76 orang peserta yang terdiri dari guru berbagai jenjang pendidikan (SD, MI, SMP, MTs, MA, SMA, dan SMK).
Salah satu pejabat yang ikut memberikan sambutan dalam pembukaannya adalah Drs. Ikhwanuddin Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tamiang. Berikut ini kami sampaikan sambutan beliau yang panjang dan lebar serta penuh semangat dan berapi-api.
“Perpustakaan itu merupakan suatu infrastruktur yang sangat kita butuhkan, yang sangat mendukung untuk upaya-upaya peningkatan kualitas mutu pendidikan. Perpustakaan ini kita harapkan ke depan akan menjadi tempat di mana anak-anak kita itu mendapatkan Informasi yang mendukung upaya-upaya mereka untuk melakukan pendalaman ilmu pengetahuan keagamaan,” katanya.
“Ke depan kita juga berusaha mempersiapkan paling tidak ada satu Madrasah pada setiap jenjangnya yang menajadi Madrasah yang representatif untuk itu kita sedang mempersiapkan infrastruktur pendukungnya salah satunya adalah perpustakaan. Maka kita akan mulai membangun perpustakaan mulai dari tingkat Dasar (SD/MI) hingga tingkat atas (SMA/SMK/MA). Sejalan dengan itu manajemen pengelolaanya juga harus dilakukan dengan baik. Banyak Perpustakaan (di Sekolah/Madrasah) kalau kita lihat hanya sekedar tempat tumpukan buku," ujarnya.
Sambungnya,"Nah ini yang tidak kita inginkan. Kita berharap Perpustakaan itu benar-benar menjadi tempat gudangnya Ilmu, bagi peserta didik dan guru-guru kita, agar mereka mau datang ke Perpustakaan maka untuk itu manajemen pengelolaannya tentu harus ditata dengan baik.”
“Dengan Manajemen pengelolaan Perpustakaan yang baik kita harap suatu saat nanti anak-anak kita cinta kepada Perpustakaan, cinta kepada buku, karena mulai dari membaca itulah orang dapat menulis, akan lebih baik lagi kalau apa yang dibacanya dapat direpresentasikannya kepada orang lain,” ujarnya.
“Kepada Bapak-ibu yang hadir pada hari ini tidak hanya sekedar melapaskan cukupnya jam untuk sertifikasi, jadikanlah hal itu sebagai tujuan kedua dan sebagai tujuan utamanya adalah bagaimana kita bisa mengelola manajemen Perpustakaan itu dengan baik dan benar. Bagai mana kita menata Perpustakaan kita sehingga menjadi menarik bagi anak didik sehingga mereka tertarik untuk masuk ke Perpustakaan,” katanya.
“Sekolah atau Madrasah harus bisa membuat anak-anak didik bisa belajar di mana saja tidak hanya di dalam kelas, ciptakan mereka bisa belajar di manapun dalam komplek sekolah/madrasah, boleh jadi di bawah pohon, boleh jadi diteras di mana saja, salah satunya di perpustakaan, bagaimana membuat anak didik itu tertarik untuk belajar di Perpustakaan sekolah/madrasah. Jadikanlah Perpustakaan sebagai salah satu sumber ilmu bagi anak didik kita,” tutupnya. [yyy]














