[Meureudu | Yakub] Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie Jaya, Ir. Iskandar Msi mengingatkan para pendidik terutama guru untuk selalu menjaga ukhuwah, baik antar sesama guru maupun dengan pimpinan dan orang tua siswa.
“Para pendidik terutama guru kita harapkan selalu dapat menjaga ukhuwah atau rasa persaudaraan antar sesama guru bahkan dengan pimpinan sekolah dan orang tua siswa. Dengan adanya rasa ukhuwah yang baik maka diantara guru, kepala dan orang tua siswa akan saling memperhatikan, saling tolong menolong, timbul rasa kasih sayang dalam persaudaraan terutama untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan menjadikan lingkungan sekolah sebagai rumah kedua bagi siswa”, katanya (24/6).
“Kita harus mempersiapkan anak-anak kita di Pidie Jaya menghadapi globalisasi dengan mutu pendidikan yang lebih baik dan bermutu agar mereka tidak kalah saing menghadapi kehidupannya sepuluh atau bahkan dua puluh tahun yang akan datang,” jelas Iskandar saat membuka kegiatan Rapat Kaji Ulang Implementasi Program USAIDPRIORITAS di Aula Bappeda Pidie (Pidie Jaya).
Kegiatan yang turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepala BKPP, Kakankemenag, para fasilitator daerah, kepala sekolah dan guru tersebut mengkaji ulang program peningkatan mutu pendidikan yang telah dilaksanakan selama 2 tahun oleh Pemkab Pidie Jaya bersama USAIDPRIORITAS.
Diungkapkan lebih dari 392 guru dan tenaga pendidikan (kepala sekolah, pengawas sekolah, komite sekolah, dan staf dinas pendidikan/kemenag) dari 25 sekolah mitra di Kabupaten Pidie Jaya telah ditingkatkan kemampuannya untuk menyediakan layanan pembelajaran dan manajemen sekolah yang bermutu.
Lebih dari 6.312 siswa dari tingkat SD/MI dan SMP/MTs di Pidie Jaya telah menerima manfaat langsung dari layanan pembelajaran bermutu tersebut. Selain itu dipetakan penataan distribusi 752 guru PNS di 90 SD, dan 574 guru PNS pada 27 SMP (negeri/ swasta) untuk peningkatan pelayanan pendidikan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pendidikan, Dr Roeslan Abdul Gani mengapresiasi perubahan yang telah terjadi di beberapa sekolah binaan USAIDPRIORITAS di Pidie Jaya.
“Kami banyak mendapat masukan dan melihat langsung perubahan-perubahan yang terjadi di sekolah, sehingga untuk menyebarluaskan metode pembelajaran aktif ini kepada sekolah yang bukan mitra USAIDPRIORITAS, maka tahun ini kami telah anggarkan uang sebanyak Rp. 150.000.000,- untuk melatih sekolah-sekolah lainnya di Pidie Jaya secara bertahap,” kata Roeslan, sebagaimana dikutipTeuku Meldi Kesuma, USAIDPRIORITAS Communication Specialilist. []












