Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang kini bertranformasi menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga lanjutkan penguatan kolaborasi lintas sektoral. Di antaranya dengan penandatanganan nota kesepakatan atau MoU dengan mitra lintas sektoral, termasuk Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI).
Teken MoU yang digelar di Helmes Hotel Lambhuk Kec Ulee Kareng, Rabu, 15 April 2026, dalam rangka mempercepat penurunan stunting dan optimalisasi Program BKKBN yang dikenal program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
Dalam nota kolaborasi ini, Perwakilan BKKBN Aceh, IPARI Aceh yang dihadiri Ketua Dra Hj Evi Sri Rahayu MSos.
Disebutkan Ketua IPARI Aceh, agenda akhir Syawal ini menjadi bagian dari rangkaian Prarapat Koordinasi Daerah (Pra-Rakorda) 2026.
"MoU ini menandatangani penguatan peran strategis penyuluh agama dalam mendukung program Bangga Kencana Aceh. Khusunya melalui edukasi keluarga pendampingan calon pengantin (catin), penguatan ketahanan keluarga, dan pencegahan stunting berbasis nilai religi," jelas Evi Sri Rahayu ang juga Katim Penyuluh Bidang Penerangan Agama Islam Pemberdayaan Zakat Wakaf (Panaiszawa) Kanwil Kemenag Aceh.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Hj Safrina Salim SKM MKes sampaikan, keterlibatan peran seperti IPARI menjadi kunci untuk memperluas jaringan dan jangkauan edukasi dan pendampingan keluarga hingga ke akar rumput.
"Melalui kerja sama ini, IPARI siap menjadi mitra aktif BKKBN dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan keluarga secara persuasif, humanis, dan sesuai dengan nilai-nilai agama yang hidup di tengah masyarakat," imbuhnya.
Kolaborasi IPARI dan BKKBN Aceh diharapkan dapat mendukung implementasi berbagai program prioritas nasional seperti Generasi Betencana (GenRe), Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), serta penguatan peran keluarga dalam pembangunan SDM yang unggul.
Rakorda yang diikuti para mitra terkait pembangunan kependudukan dan keluarga pascabanjir, selama dua hari ini, dibuka Gubernur Aceh. []














