Kabar membanggakan datang dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukakarya Kota Sabang. Nadiaturrahmi SAg, Penyuluh Agama Islam yang bertugas di KUA tersebut, lulus sebagai delegasi Indonesia dalam program Australia-Indonesia Muslim Exchange Program (AIMEP) 2026, Senin, 14 September 2026.
Pencapaian ini menjadikannya salah satu dari 12 orang perwakilan Indonesia yang akan mengikuti program bergengsi yang dilaksanakan oleh Deakin University Australia, Nadia diumumkan lulus setelah bersaing dengan lebih dari 2.000 pendaftar dari seluruh Indonesia.
Nadiaturrahmi telah mengabdi sebagai Penyuluh Agama Islam di KUA Sukakarya sejak tahun 2025. Ketertarikannya pada profesi ini bermula dari kegemarannya berbicara di depan umum, yang kemudian ia salurkan melalui jalur penyuluhan agama.
"Basicnya karena saya suka ngomong, lebih lagi penyuluh agama Islam adalah sarana untuk saya dalam menyebarkan omongan-omongan baik," ujarnya.
Profesi penyuluh, baginya, bukan sekadar pekerjaan, melainkan wadah untuk menebarkan pesan-pesan kebaikan kepada masyarakat.
Terkait AIMEP, ketertarikan Nadiaturrahmi pada program AIMEP didasari keinginannya memperluas wawasan tentang Islam dalam sudut pandang orang Australia. Ia ingin membangun pemahaman yang lebih luas mengenai keragaman Islam multikultural di negara tersebut, sekaligus membawa perspektif baru bagi tugas penyuluhannya di Sabang.
Perjalanan menuju AIMEP 2026 dilalui dalam beberapa tahapan seleksi, mulai dari pendaftaran, mengunggah CV, dan menulis esai, dilanjutkan dengan seleksi berkas, wawancara, hingga akhirnya pengumuman kelulusan. Saat dinyatakan lulus, ia mengaku terkejut dan tidak menyangka bisa terpilih di antara ribuan pendaftar lain se-Indonesia.
"Jujur terkejut, saya tidak menyangka bisa terpilih sebagai delegasi Indonesia di antara 2.000 lebih pendaftar. Alhamdulillah, bersyukur," katanya.
Nadiaturrahmi dijadwalkan berangkat ke Australia pada 17 Oktober 2026, dengan program yang akan berlangsung di dua kota, yakni Melbourne dan Sydney. Saat ini, ia tengah fokus menyelesaikan berbagai persiapan administratif, termasuk pengurusan visa dan dokumen pendukung lainnya.
Sekembalinya dari Australia, Nadiaturrahmi berencana mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperolehnya untuk diterapkan di Indonesia, khususnya dalam mendukung tugas penyuluhan agama di Sabang. Salah satu program yang telah berjalan adalah Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Al Awja, lembaga pendidikan Islam nonformal yang mengajarai anak-anak dengan dasar-dasar ilmu agama Islam, baca tulis Al Quran, serta pembentukan akhlak mulia.
"Harus well prepared dari sekarang," pesan alumnus Pesantren Babun Najah dan UIN Ar-Raniry ini kepada rekan lain sesama Penyuluh Agama Islam.
Pencapaian Nadiaturrahmi ini turut mendapat apresiasi dari jajaran Kantor Kementerian Agama Kota Sabang. Plt Kakankemenag Kota Sabang Eriadi ST menyampaikan rasa bangga atas prestasi tersebut dan berharap ilmu yang diperoleh selama program dapat diserap secara maksimal dan diaplikasikan saat kembali ke Sabang.
Dukungan juga datang dari Kepala KUA Kecamatan Sukakarya Nazar Fuadi Nur SH MH yang sedari awal seleksi memberikan support kepada Nadia.
“Semoga dengan adanya penyuluh agama sukakarya yang go-internasional menjadi ajang unjuk diri dalam memperkenalkan nilai-nilai keislaman sesuai tradisi kearifan kota sabang, yang identik dengan parawisata ke kancah internasional. Dan ini menjadi studi pembanding langsung terhadap nilai keislaman pada pemuda yang ada di Australia,” pungkas Nazar.[]













