Calon Bupati dan Mantan Ketua Forum Geuchik Dilantik Jadi Kepala KUA

Inmas Aceh
Inmas Aceh
Author16 September 2014
Calon Bupati dan Mantan Ketua Forum Geuchik Dilantik Jadi Kepala KUA

[Blangpidie | Badrul/Yakub]  Semua kenangan, manis dan pahit, saat awal kami mengabdi di Kemenag, barangkali kini tinggal nostalgia. Yang satu (Yakub) yang berkacamata minus 1,5 (dari belasan CPNS yang lulus usai tsunami), sekarang mengabdi di Inmas Kanwil, dan yang satu lagi (Khairul), yang tidak berkacamata (dari sisa tsunami yang lulus dan selamat, ada yang lulus dan meninggal), sekarang jadi Kepala KUA di barat-selatan.

Waktu itu, pagi tes, untuk seleksi pegawai yang masih serentak itu, kami ikut lokasi di Rukoh, sekitar Agustus 2004, dan pengumuman rencananya, Senin 27 Desember 2004, tapi keburu tsunami. TMT generasi awal (calon penghulu perdana), 1 Januari 2005. Ada rekan se-letting, yang di Kankemenag Aceh Besar, dan ada yang di KUA.

Sebelum Khairul Huda hijrah ke Aceh Barat Daya, beberapa tahun silam, kami (Yakub-Khairul) punya kenangan yang mungkin dicap ‘nakal’ oleh ‘Kota Jantho’, karena sering berulah, dan kurang peduli dengan aba-aba, ‘kooor bersama atasan-bawahan’, meski kita kadang unggul di lain sisi. Termasuk ‘tim Kharul’ permalukan tim futsal Kanwil, di depan Kakanwil, dalam Porseni XIV lalu. Artinya, Khairul pintar pegang stempel geuchik, juga piawai memainkan bola futsal. Sedangkan saya ‘main’ di ‘ujung pena’ saja, alhamdulillah bakat Allah bri.

Kami tercatat PNS di Kemenag Aceh Besar. Sehingga beberapa Calon Penghulu (formasi baru sejak kami, 2005), ada ‘catatan khas’ sama atasan di Kankemenag, dan resikonya, kadang kita ‘diprioritaskan’, kadang ‘dipertimbangkan’, termasuk kepangkatan. 

Salah satu kemalasan mengurus pangkat, menurut kami yang malas, aturan ‘naik pangkat’ telat turun, tapi formasi telah duluan ada (sebelumnya berlabel PPN—Pegawai Pencatat Nikah).

Namun, semua hubungan masa lalu, baik pihak yang merasa tak ‘dipedulikan aba-aba’nya di Kota Jantho maupun yang ‘mencuekkan’nya di kecamatan, kini pada ‘baikan’ semua. Baikan, baik saat acara resmi, maupun saat ngopi semeja di kantin kantor. Baikan, baik dengan semua sesama penghulu, Kepala KUA, Kasi, maupun dengan (mantan) Kakankemenagnya. Dinamika kita dalam pekerjaan.

Khairul, Kepala KUA Susoh yang baru, telah dilantik oleh Kakankemenag Abdya Drs H Arijal, Senin (15 September), di Aula Kankemenag.

Sebelumnya, ia yang berpostur tidak besar, tapi ‘penuh akal’ itu, tercatat sebagai staf pada Bimas Islam Kemenag Abdya Kemenag Abdya.

Selasa pagi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Abdya Drs H Arijal melantik dan mengambil sumpah jabatan pejabat baru Khairul Huda SHI yang mengisi tugas sebagai Kepala KUA Kec. Susoh. Mutasi ini, sebagai penyegaran pelaksana tugas di jajarannya.

Khairul Huda, juga pernah menjadi orang nomor satu di Gampong Blang Krueng (Geuchik/Keuchik Blang Krueng, Baitussalam), Aceh Besar. Blang Krueng, dekat UIN Ar-Raniry, raih sejumlah penghargaan atas kepemimpinannya.

Saat itu, ia pulang-pergi jauh sekali, ke kediamannya. Sebab ia semula diangkat ke Kecamatan Lembah Seulawah, dekat Saree, sebagai staf. Sedangkan saya di Krueng Raya, kawasan Pelabuhan Malahayati, Aceh Besar. Lalu ia ‘pindah’ ke KUA Darussalam, beribukotakan Lambaro Angan.

Dan kini, ia sebagai Kepala KUA Sosoh. Menggantikan Kepala KUA Susoh sebelumnya, Drs Hamdani kini pindah ke KUA Kec. Jantho Kab. Aceh Besar, sebagai Penghulu Muda. Jadi seakan di sini ada ‘keadilan’, kelihatannya, dari Kota Jantho ke Blangpidie (Khairul), dan dari Abdya ke Acen Besar (Hamdani).

Acara pelantikan dihadiri seluruh Kepala KUA dan karyawan-karyawati Kantor Kementerian Agama Abdya. Acara berlangsung dengan santai dan khidmat, yang dalam sambutannya Drs. H. Arijal mengutarakan agar para pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan tugasnya dengan baik serta ikhlas mengharapkan ridha Allah AWT dan harus senantiasa terus meningkatkan kenerja karna tantangan pekerjaan yang akan datang tentunya akan lebih berat.

Selanjutnya beliau mengucapkan terimakasih kepada pejabat lama yang telah memberikan karyanya terhadap kankemenag. Beliau menyampaikan salam kepada Drs. Hamdani seboga ditempat kerja yang baru merasa betah dan beliau juga meminta untuk menyampaikan yang manis-manisnya selama mengabdi di Kementerian Agama Abdya sesampainya di tempat kerja yang baru nantinya.

“Kepada para pendamping hidup pejabat agar senantiasa memberikan dukungan yang penuh agar mereka dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan terus meningkat,” ajaknya.

Kisah lain, yang menarik kita, Khairul Huda, pernah terpilih sebagai Ketua Forum Duek Pakat Geuchik Aceh Besar (Forum Geuchik Aceh Besar), sebelum mencalonkan sebagai kandidat bupati. Saat Pemilu Aceh Besar yang dimenangkan Aduen Mukhlis (Mukhlis Basyah), Khairul Huda berpasangan dengan Mahya Zakuan, sebagai kandidat, dan bertekad untuk mewujudkan gampong (desa) mandiri di kabupaten itu.

“Kami bertekad mewujudkan gampong mandiri jika terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar periode 2012-2017,” janjinya. Namun, takdir berkata, mereka kalah, kalah bersama beberapa pasang lainnya. Jika menang saat itu, tentu Drs H Arijal tidak melantiknya sebagai Kepala KUA kamarin itu, karena Pak Khairul sedang di Pendopo Kota Jantho, bukan? []

Layanan
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh