[Bireuen | Najib] Kepala balai diklat keagamaan (BDK) propinsi Aceh Zulhelmi A. Rahman, MAg minum kopi bersama beberapa kepala madrasah yang ada di Bireuen, disalah satu warung kopi ternama jalan Bireuen-Takengon, tepatnya di depan MIN Cot Meurak kecamatan Juli Bireuen, Selasa (24).
Saat turun dari mobil plat merah BL 172 AB, Zulhelmi langsung disambut Sardani, kepala MIN Cot Meurak Bireuen, dan ternyata di dalam warung tersebut ada beberapa kepala madrasah, diantaranya, Mudassir, Yusri, Sabri A.gani, Efendi Sulaiman, kehadiran mantan kepala kantor kemenag Bireuen juga didampingi oleh T Mursal SHI, MH kasi Zakat dan waqaf.
Saat Zulhelmi bersalaman dengan Mudassir,Sardani menunjukkan ke arah jemari Mudassir sembari mengucap, “Nyo pat lagak lagak that cincin pak”, ujar Sardani, sembari menunjuk ke arah tangan rekannya, dijemari Mudassir terlihat aneka macam batu cincin. dari ukuran sedang hingga yang berukuran besar.
Sejurus kemudian Mudassir mencopot satu cincin “Black jade” ukuran besar dari jari manisnya dan memasang ke jari Zulhelmi, setelah dicoba dipasang ke semua jemari Zulhelmi ternyata cincin tersebut tidak muat, pasalnya ukuran cincin Mudassir sedikit lebih kecil dari ukuran jemari Zulhelmi.
“Hana raseuki droeneh pak”, kata Muadassir disambut tawa semua rekannya.
Dimeja warung tersebut, mereka terlihat berdialog, sesekali tawa mereka terdengar besar, segelas kopi ekspreso membuat Zulhelmi kembali mengingat masa masa bertugas di Bireuen, dia juga menceritakan pengalaman pengalaman yang mengesankan selamanya dirinya di menjadi orang nomor satu di kemenag Bireuen.
Zulhelmi singgah di Bireuen ketika pulang dari Lhokseumawe membuka acara sistim akuntansi instansi yang diikuti oleh 30 peserta, “12 dari lhokseumawe, 18 dari Aceh Utara”, kata Zulhelmi.
“Kalau untuk satker di Bireuen sudah kita laksanakan beberapa bulan lalu”, tambahnya












