Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Faisal Ali Hasyim, mewakili Menteri Agama RI, mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama di Aceh membangun sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah dalam menyukseskan program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) sarana dan prasarana pascabencana hidrometeorologi.
Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Kickoff Rehab Rekon Sarpras Kemenag Kabupaten/Kota dalam Provinsi Aceh yang Terdampak Bencana Alam Hidrometeorologi, di Banda Aceh, Rabu, 12 Agustus 2026.
Dalam arahannya, Faisal mengatakan masa pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di lingkungan Kementerian Agama dimulai sejak hari ini dan akan berlangsung hingga tiga tahun ke depan.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran, mulai dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, kepala madrasah, hingga kepala Kantor Urusan Agama (KUA), agar menjalankan program tersebut dengan penuh tanggung jawab.
Ia mengingatkan agar seluruh proses pelaksanaan maupun penggunaan anggaran dilakukan secara tertib, transparan, dan akuntabel sehingga dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Azhari mengatakan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi prioritas untuk mempercepat pemulihan layanan pendidikan dan keagamaan di Aceh.
Menurutnya, percepatan proses pencairan anggaran sangat penting agar pembangunan kembali sarana yang terdampak bencana dapat segera dilaksanakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Azhari menjelaskan, penanganan rehab rekon dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai kementerian, lembaga, yayasan, dan organisasi kemanusiaan.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan menangani rehabilitasi sebanyak 207 madrasah, 68 pondok pesantren, dan 984 masjid/meunasah. Selain itu, berbagai lembaga sosial dan organisasi kemanusiaan juga terlibat membangun dan merehabilitasi beberapa madrasah.
Menurut Azhari, kolaborasi tersebut merupakan wujud gotong royong dalam mempercepat pemulihan Aceh pascabencana.
Ia berharap seluruh fasilitas pendidikan dan rumah ibadah yang terdampak dapat segera kembali berfungsi sehingga proses belajar mengajar serta pelayanan keagamaan dapat berjalan normal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.[]












