Walau Jatim Juara Umum, Kafilah Aceh Tetap Anjangsana

Inmas Aceh
Inmas Aceh
Author08 September 2014
Walau Jatim Juara Umum, Kafilah Aceh Tetap Anjangsana

[Jambi | Muhammad Yakub Yahya]  Setelah 1.800 peserta berlomba dalam Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Nasional Ke-V, Ahad malam (7/9) resmi ditutup. Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus MM (HBA), di Pondok Pesantren As’ad, Olak Kemang, Danau Teluk, Kota Jambi, menekan sirine penutupan. Bendera MQK diturunkan, setelah hadiah dibagikan.

Kafilah Jatim (Jawa Timur) masih 'perkasa' untuk Juara Umum. Sejak MQK pertama kali digelar pada tahun 2002 silam, Jatim yang kini di bawah Gubernur Dr H Soekarwo SH HHum dan Drs H Syaifullah Yusuf, memang berbakat juara terus. Kali ini, Jawa Timur kembali tampil sebagai juara umum setelah berhasil membawa pulang 36 tropi.

Di bawah rangking Jatim, yang Kemenagnya di bawah Kakanwil Khaeruddin, ada tetangganya, Jawa Tengah dengan 24 tropi, dan Jawa Barat dengan 17 tropi.

Ajaib, Jatim tidak melewatkan satu tropi pun dari semua marhalah dan jenjang. Termasuk dari beberapa partai favorit. Disebut pula nama pesantren asal sang juara: Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Bondowoso, Pesantren Sunan Drajad, Bojonegoro, dan Pesantren Miftahul Mubtadiin, Nganjuk, Jawa Timur.

Namun, beberapa 'partai unggulan' memang dimenangkan oleh kontingen Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten. Banten sabet kelas Ulya-Fiqih. Jabar ambil kelas Ulya-Nahwu. Dan Jatenag raih di Ulya-Tafsir. DKI menangkan kelas tersulit, Ulya-Nahwu.

Saat penutupan, HBA bilang dan mengucapkan, “Terima kasih tak terkira, kepada semua pihak atas dipercayanya Provinsi Jambi sebagai tuan rumah MQK V ini. Alhamdulilah, kegiatan MQK berjalan dengan baik, sesuai harapan dan dibanjiri oleh warga Jambi. Semoga apa yang lakukan hari ini menjadi amal baik kita di hadapan Allah SWT.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, atas nama Gubernur dan Masyarakat Jambi, kami mohon maaf sebesar-besarnya jika kami dalam penyambutan dan pelayanan, ada banyak kekurangan,” sambungnya yang saat itu penonton sudah ke tengah lapangan.

Uacapnya, “Selamat kepada peserta yang sukses mengukir prestasi. Yakinlah, dengan ilmu yang kita miliki, kitamampu menjadi makhluk yang mulia, baik di hadapan Allah SWT, maupun makhluk-makhluk-Nya.

Namun, Aceh setelah pulang dan istirahat, besoknya (8/9) diajak panitia berajangsana ke Candi, konon, tertua di Indonesia. Malamnya tapi terus mengevaluasi apa dan kenapa. Evaluasi berlanjut, hingga saat jumpa kafilah yang sama-sama ke Candi, yang di utara Kota Jambi. Hampir semua kafilah ke Candi yang butuh kurang 1 jam dari posko, MTsN Olak Kemang Kota Jambi, (1 jam dari pusat kota).

Untuk sampai ke Candi, yang dikelilingi batang duku ini, dengan belasan mobil, dan bus seperti kafilah Jawa yang ramai massanya. Kawan dari Aceh dibawa dengan lima minu bus, rombongan Kabid menyusul di belakang, karena harus dari Wiltop Hotel dulu, lalu naik ketek, dan naik ojek untuk ke posko. Setiba ke posko rombongan sudah duluan.

Turun mobil, rombongan bisa jalan kaki untuk ke komplek candi peninggalan Sriwijaya itu, atau sewa kereta angin. Jadi, meski Jatim juara umum, kafilah Aceh bersama kafilah lain (yang masih tinggal menanti jadwal pesawat) tetap jadi agenda anjangsana itu. [inmas]

Layanan
harkitnas26
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh