[Idi | Jamaluddin] Tim Monitoring dan Evaluasi BMN Kanwil Kemenag Provinsi Aceh menyambangi kabupaten Aceh Timur dalam rangka melakukan pendataan dan evaluasi data BMN satuan kerja(satker) yang ada di wilayah Kankemenag Aceh Timur termasuk satker madrasah, Rabu (3/9).
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kankemenag setempat dan dihadiri oleh beberapa operator SIMAKBMN Pada Satker madrasah yang termasuk dalam sasaran monev. Kunjungan yang dihadiri langsung oleh Tim Kanwil tersebut diwakili oleh Drs.Muntasyir (Kasi Sarana dan prsarana), dan dua orang staf umum (Saifullah dan Darma Pramono).
Monev tersebut diawali dengan pemeriksaan pengisian Instrumen SIMAKBMN pada masing-masing Satuan Kerja (saker) dan data pendukung lainnya yang dikoordinir langsung oleh Jamaluddin, S.Sos.I selaku Koordinator SIMAKBMN pada Kankemenag setempat.
Drs. Muntasyir, ketua tim monev mengatakan bahwa Kegiatan ini bertujuan untuk menertibkan administrasi BMN pada masing-masing satker. “Sesuai pertemuan yang diadakan di Meulaboh beberapa waktu yang lalu bahwa setiap satker harus membuat PSP (Penetapan Status Penggunaan) dan Wasdal BMN,” katanya.
Setiap Satker, lanjut Muntasyir juga harus menyiapkan segala data pendukung untuk membuat PSP tersebut. beliau juga menjelaskan tentang Penetapan Status Pengguna serta hal-hal teknis mengenai proses pensertifikatan Barang Milik Negara dan proses penghapusan BMN. “Begitu juga dengan persertifikatan tanah, kita masih terikat kerjasama dengan DJKN dan BPN,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kankemenag Kab. Aceh Timur (Drs. H. Faisal Hasan) berharap agar operator satker dapat bekerja maksimal dan menyiapkan segala kelengkapan yang diperlukan dalam rangka PSP tersebut. “PSP sangat penting sebagai pembuktian bahwa ini adalah aset negara, dan kita sebagai pengguna barang ditunjuk untuk menjaga aset tersebut dengan baik,” katanya. [x]












