[Embarkasi Aceh | Muhammad Yakub Yahya] Adalah Nasruddin bin Abdurrani Juned, manifes 8, bersama keluarganya, sudah tiba 5 hari lalu, ke Tanah Suci, dalam Kloter 1 (19 Sept).
Pak Nas (panggilan untuk Nasruddin yang aktfi di Subbag Ortala dan Kepegawaian Kanwil Kemenag Aceh) berangkat bertiga, tanpa ikut anak-anaknya, kali ini. Telah di-peusijuek juga di Aula Kanwil, beberapa hari lalu.
Mereka (Nasruddin, zaida binti Zakaria, dan Nurhadisah binti Sulaiman beralamat di Gampong Meunasah Tutong, Ingin Jaya dan Gampong Cot Paya Baitusslam, Aceh Rayeuk. Mereka melengkapi jamaah lain yang sebagian berangkat ke Tanah Suci tahun ini, bersama anak dan istrinya.
Sementara ada yang unik lainnya, jamaah asal Samalanga, yang berangkat berlima dalam Kloter 6. Mereka berangkat dari Bireuen pagi Rabu (24 Sept), singgah di Masjid Raya, masuk ke Asrama pukul 14.00 WIB.
Saat info ini kami turunkan, sedang naiki bus. Kloter yang terbang lewat pukul 12.00 WIB (Kamis 25 Sept) itu, berasal dari Bireuen, Aceh Besar, dan Kota Banda Aceh.
“Ini unik, tolong Pak Yakub tulis,” ajak Kakanwil sambil mengisyaratkan pada saya, seraya mengatakannya juga pada Wabup Bireuen Ir Mukhtar MSi di sebelahnya, di kantin Asrama Haji, sesaat sebelum pelepasan.
Di sana ada yang mewakili Sekda dari Kab/Kota yang jamaahnya akan dilepasberangkatkan, para Kakankemenag, Kabid Urais Binsyar dan jajarannya.
Unik, adalah H Sabirin, Karom dalam Kloter 6 (foto sedang berdiri di lorong dalam aula), asal Gampong Mesjid Baro, Samalanga, Bireuen, bersama istri dan anak-anak, berangkat berlima, tahun ini.
H Sabirin bin Muhammad Ali (manifes 186) Kloter 6, tahun sebelumnya juga sudah ke Tanah Suci, tapi tidak seramai kali ini. Ikut dua anaknya.
Nanti, cerita dari sana, baik yang berangkat sendiri, maupun kisah yang terbang berdua, bertiga, berempat, bahkan berlima sekeluarga, juga serunya bukan main, bukan…? Yang jelas kisah sukacita saja, semuanya, yang mau kita dengar nantinya. [inmas-akh/amw/ahs/faj]













