Empat Siswa Madrasah Aliyah (MA) Aceh diundang ikuti Latihan Kader Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Tingkat Pratama yang diselenggarakan Kemenhan di Dodik Bela Negara Rindam Iskandar Muda (IM), Mata Ie, Darul Imarah Aceh Besar, sejak pembukaan latihan Kamis, 24 Oktober 2026.
Berdasarkan undangan Badan Cadangan Nasional (Bacadnas), keempat siswa yang ikuti acara empat hari, hingga Ahad, 1 November 2026 ialah:
1. Almira Syauqia Hani, MAN 1 (Lambaro Samahani Kec Kuta Malaka) Aceh Besar
2. Nada Rumaisya, MAN 1 Aceh Besar
3. Nayla Agayudhia Yusren MAN 2 (Lamteumen Kec Jaya Baru) Banda Aceh
4. Muhammad Al Hadid, MAN 2 (Mutia Timur) Pidie.
Mereka bagian dari 300 peserta dari 61 Madrasah/sekolah yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.
Ikut membahani peserta, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh yang diwakili Katim Ortala H Zulfahmi SAg MH (Analis SDM Aparatur Ahli Muda Kemenag Aceh).
"Kita sampaikan materi Windows of Thinking: Cara Asyik Memahami Moderasi Beragama Sejak Dini" pada 300 peserta siswa MA/SMA/SMK," jelas Zulfahmi yang sebelumnya Katim Ortala KUB.
Kepala Badan Cadangan Nasional, Letjen TNI Gabriel Lema SSos, ikut sampaikan apresiasi pada narasumber Kanwil Kemenag Aceh. Serta sampaikan satu Piagam Penghargaan khusus narasumber.
Harapan peserta Latihan Kader Bela Negara KKRI di Rindam IM, lanjutnya Zulfahmi, bagian ikhtiar dengan output terbentuknya siswa sebagai kader bela negara yang diharapkan mampu menyebarluaskan nilai dasar bela negara di lingkup pendidikan yang meliputi cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara serta memiliki kemampuan awal bela negara.
"Bacadnas melalui Badan Pelaksana dari Kementerian Pertahanan (PKBN), sesuai UU Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) untuk Pertahanan Negara, di lingkup pendidikan menjadi salah satu program prioritas nasional dalam rangka menyiapkan SDM unggul yang berkarakter kebangsaan, tangguh, adaptif, dan siap menghadapi segala macam ancaman multidimensional yang berkembang sangat cepat pada era digital menuju Indonesia Emas 2045," sebutnya.












