[Jambi | Muhammad Yakub Yahya] Sebagai kenang-kenangan dari tuan rumah untuk kafilah Aceh, pihak Pempov Jambi menghadiahkan cenderahati (cendera mata), beberapa jam sebelum upacara penutupan.
Cendera hati ‘harus’ diterima Muhammad Yakub Yahya (peliput dan staf Inmas), mewakili Kakanwil atau mewakili Kabid atau Ketua Kontingen Aceh, atas permintaan kawan-kawan yang ada di Posko.
Sedangkan Ketua Kontingen dan Kabid PD Pontren, saat pihak yang mewakili Setda Provinsi Jambi tiba, sedang di arena bantu siapkan penutupan.
“Ini kenangan kami Setda Jambi, plakat berbentuk piala ‘Gentala Arsy’, lambang kebesaran Kota Jambi, sisi Sungai Batang Hari, yang bakal diresmikan, yang di bawahnya ada museum yang menyimpan Al-Quran Karim Jamby,” ujar pihak tuan rumah, sambil menyerahkan kenangan yang disaksikan official Aceh.
Sebelumnya, ke posko Aceh di MTsN Olak Kemang Kota Jambi, juga hadir Kepala Badan Pendidikan dan Pengembangan Dayan H Abubakar SH, Kabidnya dan stafnya. Didampingi Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Aceh, H Abrar Zym SAg, diterima official dan pelatih yang stand by di posko.
Selebihnya, kawan ada di arena saksikan debat Jatim-Jateng, sebagiannya dampingi peserta yang rihlah.
Sementara sepulang dari ‘jalan-jalan’, ada kabar duka untuk kafilah Aceh, jelang penutupan. Muhammad Syukri (peserta Fiqh Ula). Saat belanja di Kota Jambi, dan masuki toko handphone,hanycame-nya hilang. Seperti dihipnotis oknum ‘abang ojek’, kamera hadiah umminya dari Makkah itu, dititip (diminta pegang/simpan) oleh tukang ojek Kota Jambi. Semula dia menolak memberi untuk dipegangnya, tapi terayu juga adik kita itu.
Ketika keluar dari toko, abang ojek ka menghilang. Memang santri atas nama M Syukri akrab dengan handycame, selama di Bandara Jakarta dan Jambi. Tidak tahunya, kebiasaan itu melalaikannya. Hingga pernah hampir tinggal hp di kursi pesawat saat di Cengkareng. Juga M Syukri sering keasyikan ‘syuting’, jika tidak diingatkan.
Kasus telah dilapor dan ditangani Polsek Danau Teluk dan Polres Kota Jambi.
Salah seorang peserta juga ceritakan, hp-nya jatuh dalam ketek saat merekam momen saat menyeberang Sungat Batang Hari. Tapi syukur bisa ‘diselamatkan nakhoda’ meski basah…
Lain lagi dengan Kabid PD Ponten, iPad-nya tertinggal di sebuah stand. Syukur diambil orang dan diumumkan, selama-selamat. Nasib-nasib… [inmas]












