[Bireuen | M. Malemi alias Teungkumalemi] Matanya berbinar. Berkaca-kaca seperti ada gelembung udara yang berair. Hari itu, Rabu (17/9/2014). Saat peusijuk Jamaah Calon Haji (JCH) dan syukuran Porseni XIV adalah kali pertama saya melihatnya seperti itu.Hari-hari berikutnya, secara sembunyi-sembunyi saya mencuri pandang kearahnya.
Latar gelembung udara yang berair kini tidak lagi berwarna putih, tapi sudah sedikit kemerah-merahan. Gelembung udara berair itu tetap ada.Sampai hari itu, kini, Rabu (24/9/2014), saat pelepasan JCH, mata saya menerawang mencari dimana beliau duduk.
Saya temukannya didekat mimbar khutbah Jumat. Saya lihat matanya masih sama. “Jaga pesantren baik-baik,” pesannya.
Sampai kemudian saya berkesimpulan. Inilah ekspresi keikhlasan dan kerinduan untuk mendapatkan kebahagiaan yang datang dari lubuk hati seorang calon tamu Allah Swt.Sampai kemudian, saat azan hendak berkumang. Saat hasrat hati untuk bisa merasakan kembali apa yang beliau rasakan tak tertahan. Dimulai oleh Kepala Penyelenggara Syariah kami, T. Mursal.
Bukan karena fanatisme berlebihan. Tapi menitip rindu agar berkesempatan menjadi tamu Allah Swt. seperti beliau.Selamat menunaikan ibadah haji pemimpin dan guru kami. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Drs. Maiyusri beserta istri.Labbaikallahumma labbaik…. [dalam Bus, dalam perjalanan ke Embarkasi B. Aceh bersama JCH/yyy]
[foto: yakub]















