[Idi | Jamaluddin] Sekda Aceh Timur M. Ikhsan Ahyat, S.STp, M.Ap ditunjuk menjadi inspektur upacara (Irup) memperingati Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-55 yang dipusatkan di lapangan pusat pemerintahan Aceh Timur, hari ini, Selasa (2/9).
Gubernur Zaini dalam sambutan tertulis pada peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) membeberkan sejumlah plus minus pendidikan Aceh.“Salah satu bentuk pencapaian yang tidak kalah membanggakan, adalah nilai UN tertinggi nomor II tingkat nasional diraih oleh anak Aceh,” ujar Doto Zaini dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Aceh Timur M. Ikhsan Ahyat.
Secara umum, kata Gubernur, dari segi Ujian Nasional juga telah terjadi kenaikan yang sangat signifikan, kelulusan UN SMA Tahun 2013 dari 96,95 % menjadi 98,62 % pada tahun 2014, kelulusan UN SMP Tahun 2013 dari 98,22 % menjadi 99,63 % pada tahun 2014.
“Namun masih ada banyak hal yang harus kita benahi bersama. Saat ini, lulusan pendidikan menengah masih sulit bersaing untuk masuk ke perguruan tinggi ternama, demikian juga dengan mutu perguruan tinggi, ternyata masih memerlukan peningkatan, buktinya lulusan perguruan tinggi Aceh masih sangat sulit bersaing di lapangan kerja, apalagi dalam menghadapi AFTA di 2015. Bila mutu lulusan tidak meningkat, dikhawatirkan lulusan pendidikan Aceh akan kalah bersaing dengan tenaga kerja dari berbagai Negara ASEAN lainnya,” kata Gubernur Zaini.
“Mari terus kita lakukan upaya meningkatkan kesejahteraan guru, termasuk kualitas dan kapasitasnya. Kita juga akan terus menerus menaruh perhatian terhadap pendidikan luar sekolah, pendidikan anak berkebutuhan khusus, termasuk pendidikan di daerah terpencil, terdalam dan terluar di seluruh Aceh,” ujar dia lagi.
Momentum perhelatan akbar pendidikan Aceh ini juga akan disi pemberian penghargaan kepada guru dan kepala madrasah yang berprestasi dalam bidang pendidikan, juga kepada guru terpencil yang berprestasi.
Pada upacara yang juga hadir Bupati Aceh Timur Hasballah M Thaib, Kakankemenag Aceh Timur Drs. H. Faisal Hasan, dan Muspida plus itu, Guru MIN Idi Nursabarina dipercayakan sebagai pembaca Pembukaan UUD 1945. [x]












