[Kanwil | Zainal Arifin/Yakub] Menjelang pemberangkatan Jamaah Calon Haji, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Embarkasi Aceh mulai mendistribusikan berbagai kelengkapan pendukung operasional pemberangkatan. Kelengkapan yang sudah mulai didistribusikan di antarannya tanda pengenal bagi petugas daerah dan PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Embarkasi, Stiker Mobil, Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA) bagi Jamaah sesuai kloter masing-masing dan nomor pra manifest.
Tanda pengenal dan stiker mobil merupakan syarat mutlak untuk dapat masuk ke Asrama Haji Embarkasi Aceh selama masa operasional (pemberangkatan dan pemulangan). Masing-masing Kabupaten/Kota diberikan 10 lembar tanda pengenal yang dapat diberikan kepada petugas daerah untuk mendampingi jamaah masuk Asrama Haji dan 5 buah stiker mobil untuk memudahkan PPIH mengidentifikasi mobil operasional haji daerah.
Tanda pengenal tersebut wajib dipakai selama berada di Asrama Haji. Kepada masing-masing Jamaah Calon Haji diminta untuk menggunakan tas paspor yang digantungkan di dada sebagai identitas selama berada di Asrama Haji.
Di samping itu, masing-masing Jamaah diberikan nomor pra manifest berupa lembar karton berwarna kunig tua berukuran 6 cm x 10 cm, tertulis kloter dan nomor seat sesuai urutan dalam pra manifest.
Nomor pra manifest tersebut sangat membantu panitia dalam memberikan pelayanan pada saat penerimaan, penimbangan barang, pembagian paspor, pembagian living cost, pembagian gelang identitas, pemberangkatan ke bandara hingga penempatan pada seat pesawat menjelang keberangkatan. Mengingat fungsi nomor pra manifest sangat penting, maka diharap kepada Jamaah Calon Haji untuk menempatkannya pada kantong depan tas paspor agar mudah terlihat oleh Panitia. [inmas/sie sistem informasi haji]
[Foto: Drs M Gade dari Bidang Porlep (Staf Bidang PHU) sampaikan saran dan laporan saat rapat PPIH dan PPPIH serta Satgas, yang dipandu Kakanwil dan dihadiri Ketua KPHI, di Aula Arafah, Senin 15 September; Foto: Yakub]















