[Peureulak | Darwan Espede] Kepala MTsN Peureulak Kabupaten Aceh Timur terpaksa berdiri di luar saat upacara berlangsung, bersama sejumlah siswa, beberapa orang guru serta mahasiswa PPL, karena terlambat datang.
Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti hasil komitmen dan kesepakatan bersama dalam suatu rapat antara kepala Madrasah dengan dewan guru serta tenaga administrasi.
Kesepakatan itu adalah begitu apel upacara setiap hari Senin dimulai, maka pintu gerbang harus dikunci, dan akan dibuka kembali setelah upacara berlangsung.
Tujuan diterapkan demikian agar pelaksanaan upacara berlangsung tertib dan khidmat. Selain itu supaya setiap peraturan yang sudah disepakati bersama maka harus ditaati dan berlaku untuk semua warga madrasah tanpa kecuali.
Ketua Komite Madrasah Mustafa Ali, ikut memberi jempol atas komitmen yang dibangun oleh kepala dan dewan guru, semoga tercipta iklim yang teratur, tertib dan bersahaja di madrasah menuju kemajuan dunia pendidikan.
Kepala MTsN Peureulak Darwan, S.Pd tidak membantah bahkan membenarkan bahwa ia memang terlambat datang pada hari Senin itu, karena mobil yang dikendarainya lama antri di SPBU. Meskipun terlambat lima menit, namun terpaksa berdiri di luar untuk membuktikan kepada guru dan siswa bahwa sebuah peraturan juga berlaku terhadap pimpinan.
“Saya tidak malu berdiri di luar, walaupun dilihat oleh banyak siswa bahkan orang banyak, karena jika malu menjunjung suatu kebenaran berarti awal menyemai sebuah kemunduran,“ ungkap Darwan penuh percaya diri.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur Fadli,S.Ag via telpon mengatakan pihaknya sangat setuju dan mendukung sepenuhnya terobosan yang diterapkan oleh MTsN Peureulak semoga adanya peningkatan mutu pendidikan yang signifikan seiring peningkatan kedisiplinan. Semoga! [yyy]












