[Karang Baru | Muhammad Sofyan] Karena sudah tersedianya dana untuk pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) dalam DIPA Kankemenag Tamiang pada APBN-P, Kankemenag Tamiang berencana membayar TPG 2014 dan 2015 hingga bulan Mei.
Namun untuk menghindari kesalahan dalam pengamprahan dan kekeliruan berkas yang dapat menjadi temuan apabila ada audit baik dari Irjen maupun BPKP maka Kankemenag Tamiang melakukan rapat dengan seluruh guru calon penerima TPG tersebut pada Sabtu (1/5).
“Rapat kita hari ini bukan untuk menghambat tetapi untuk menghindari kesalahan-kesalahan dalam pemberkasan” demikian disampaikan Anwar Fadli, S.Ag Kasubbag TU Kankemenag Tamiang.
Ada beberapa berkas yang sudah masuk ke Seksi Penmad ada terjadi kekeliruan penulisan tahun pelajaran, ada juga yang kurang absennya yakni ada guru yang mengajar pada 2 madrasah tetapi absennya ditandatangani oleh satu Kepala Madrasah saja, “Yang seperti ini harus kita perbaiki,” ujar Drs. H. Abdul Wahab, MA. Kasi Pendmad yang memberikan penjelasan mengapa seluruh guru calon penerima TPG diundang.
Sementara itu Kakankemenag Tamiang Salamina, MA dalam arahannya menyampaikan “Ketika uang sebanyak itu (23,8 M) ditumpahkan kepada guru apa hasil guru mendidik anaknya” ujarnya mengingat masih banyaknya anak-anak sekolah yang belum melaksanakan shalat 5 waktu, bahkan menurut sinyalir beberapa elemen masyarakat ada siswa tingkat atas yang terlibat dengan prostitusi
Keterlibatan siswa tingkat atas tersebut disampaikan oleh Kapolres Aceh Tamiang saat briefing dengan seluruh Kepala Sekolah usai mengadakan peringatan Hardiknas dan Salamina ikut di dalamnya.
Keterlibatan siswa dalam prostitusi online tersebut membuat Kakankemenag Tamiang mempertanayakan apa hasil dari TPG selama ini yang sudah sekian banyaknya dikucurkan pemerintah kepada guru.
Dalam arahannya Salamina juga menyampaikan bahwa membangun “Fisik jauh lebih mudah dari membangun generasi” beliau memberikan contoh pembangunan Aula Al-Ikhwan dan pembangunan jalan dua jalur di Tamiang. Membangun fisik itu langsung terlihat hasilnya tapi membangun karakter generasi itu tidak bisa kita lihat langsung.”
Salamina menyampaikan pesan moral dalam pencairan TPG kali ini, “Dengan adanya TPG ini dapat meningkatkan kualitas kita dalam mendidik anak-anak peserta didik sehingga siswa-siswi menjadi lebih taat kepada Allah, menjalankan perintah Allah, lebih beretika (berakhlak, pen.), lebih berkarakter dan lebih memiliki sopan-santun, jadi harus ada beban moral saat kita menerima TPG,” ujar Salamina. [yyy]















