Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Subulussalam Munawar mengapresiasi langkah Wali Kota Subulussalam M Rasyid yang menyampaikan sejumlah usulan strategis pengembangan pendidikan Islam secara langsung kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Usulan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Dirjen Pendidikan Islam Amin Suyitno di Ruang Kerja Dirjen Pendis, Senin, 7 September 2026.
Menurut Munawar, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan pendidikan keagamaan di Kota Subulussalam, khususnya pengembangan madrasah dan pesantren yang masih membutuhkan perhatian pemerintah pusat maupun daerah.
“Apresiasi kami setinggi-tingginya untuk Bapak Wali Kota. Madrasah dan pesantren di Kota Subulussalam masih sangat perlu perhatian dari pemerintah pusat dan daerah. Besar harapan kami usulan-usulan strategis ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan prioritas pembangunan daerah ke depan,” ujar Munawar.
Dalam pertemuan tersebut, M Rasyid menyampaikan empat usulan, yakni percepatan penegerian madrasah, pengembangan madrasah terintegrasi berbasis zonasi, penambahan kuota Program Indonesia Pintar (PIP) Kemenag, serta usulan pembukaan Program Studi Pendidikan Kepramukaan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).
Pada bidang kelembagaan madrasah, usulan yang disampaikan mencakup percepatan penegerian Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Lae Oram menjadi MIN 3 Subulussalam. Usulan tersebut telah tercantum dalam surat Menteri Agama kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Nomor B-187/MA/OT.00/07/2006, pada urutan ke-97 dari 106 usulan penegerian madrasah se-Indonesia.
Selain itu, Wali Kota mendorong percepatan penegerian MTsS Rundeng dan MTsS Cipar-Pari di Kecamatan Sultan Daulat yang masih dalam proses pengajuan. Penegerian tersebut diharapkan dapat memperkuat status kelembagaan sekaligus mendukung pengembangan madrasah.
Untuk pengembangan pendidikan dalam jangka panjang, M Rasyid mengusulkan konsep madrasah terintegrasi berbasis zonasi dengan target lima MIN, lima MTsN, dan lima MAN yang tersebar di lima kecamatan di Kota Subulussalam.
Usulan lainnya berupa penambahan alokasi kuota PIP Kemenag bagi siswa dan santri dari keluarga prasejahtera. Sementara di jenjang perguruan tinggi, ia mengusulkan pembukaan Program Studi Pendidikan Kepramukaan di PTKI agar pendidikan kepramukaan dapat berlanjut hingga perguruan tinggi serta mendukung pengembangan keterampilan sosial dan kepemimpinan mahasiswa.
Munawar menilai dukungan terhadap pengembangan pendidikan keagamaan perlu terus diperkuat secara bersama. Ia menyebut langkah pemerintah daerah dalam mengawal kebutuhan pendidikan keagamaan menjadi hal yang positif bagi madrasah dan pesantren di Kota Subulussalam.
Perhatian M Rasyid terhadap pendidikan keagamaan sebelumnya juga mendapat pengakuan melalui sejumlah penghargaan. Pada perayaan HUT ke-15 Kompas TV, ia menerima Apresiasi Daerah Peduli Akses dan Infrastruktur Pendidikan atas program Sekolah Rakyat, Sekolah Nasional Terintegrasi, serta dukungan anggaran operasional bagi pondok pesantren, dayah, dan balai pengajian. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar.
M Rasyid juga menerima penghargaan dari Serambi News sebagai Pejuang Pendidikan Pesantren/Gerakan Keagamaan pada peringatan Hari Santri Nasional 2025 atas kebijakan menghibahkan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) untuk dikelola sejumlah pesantren.[]












