[Kanwil | Muhammad Yakub Yahya] Sebelum Kasubbag Ortala dan Kepegawaian Kanwil Kemenag Aceh Drs Hanafiah serta jajarannya (Afirizal ST dan Khudhari), termasuk Kabag TU H Habib Habaruddin SSos sampaikan lebih detil seputar kepegawaian, Kakanwil awali dengan sejumlah pesan.
Ini merupakan pesan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Drs H Ibnu Sa’dan MPd, di Aula Kanwil, yang juga satu rangkaian dengan pembinaan apel di halaman, yang menjadi pembina Kabag TU.
Pertama, ajak Kakanwil, bahwa pembinaan di Aula ini lebih banyak waktu dan ada sesi tanya-jawab. Jika di halaman dalam amanat apel, hanya 5 atau 10 menit saja.
Bahwa pembinaan bulanan di Aula, sebenarnya ada setiap usai apel Senin. Jadwalnya telah ditentukan, tapi kadang ketika ditanyai ‘kenapa tidak ada pembinaan?’, terjawab kadang, tidak ada bahan.
“Maka ke depan, tahun depan mungkin, tolong jalankan kembali pembinaan bulanan usai apel,” ajaknya.
Kedua, juga dengan keaktifan kawan dalam agenda rutin, misalnya Senan Pagi (Senam Jantung Sehat) Jumat. Ada yang kenakan kostum tapi tetap di warung. Tolong kesadaran kita untuk mengikuti senam, menggantikannya dengan nongkrong di kedai.
“Saya sudah bicarakan pada pihak warung, jangan sampai keberadaan kantin, menghambat kerja jajaran Kanwil. Kalau perlu ‘tutup’ sebentar saat diperlukan,” katanya, dan Kakanwil meminta itu saat ‘Suling’ baru-baru ini.
Juga diharapkan aktif kehadirannya dalam acara sosial, termasuk pembinaan. Misalnya terakhir pembinaan dengan Irjen dan sebuah bank, sulit mengumpulkan pesertanya.
“Jadi mohon bantuan Bidang dan Subbag untuk membantu pembinaan ini,” ajaknya lagi, sebelum dhuha Kakanwil ikutii Bedah Buku.
Ketiga, juga dengan agenda DWP (Dharma Wanita Persatuan) Kanwil, mari ajak istri peran serta. Jangan ada suami, yang kami dengar, yang melarang istri bergabung dengan acara demi acara itu.
“Bahkan dalam acara terakhir, saya mengabsen peserta. Ternyata, ada jajaran (DWP) dari satu Bidang yang nol kehadirannya,” jelanya sambil meliril ke samping kanannya. Di depan memang duduk sejumlah Kabid, termasuk Kabid PAIS.
Keempat, sehubungan dengan remunerasi dan Tunjangan Kinerja (Tunkin), Kakanwil sampaikan ‘jamaah’ agar ikuti pembinaan detil dengan jajaran Subbag Ortala dan Kepegawaian.
Disinggungnya juga tentang pengadaan dua stel baju untuk PNS Kanwil Kemenag Aceh. “Kita kembali ke warna asli nanti….” jelas Kakanwil soal warna baju, jika usai dijahit nanti. Semua semoga sudah jahit. Yang belum dapat segera ke King Taylor Peunayong.
Soal gedung baru Kakanwil jelaskan peruntukannya. “Untuk ‘ahli hisab’ ada di lantai 3, ada area smoking di sana. Namun ada bidang yang tetap di gedung awal, seperti Bidang PAIS,” jelasnya. Bidang Haji Subbag Ortala dan Kepegawaian di lantai 3. “insya Allah November 2014, kita pindah ke gedung baru….” janjinya.
Dan kelima, hari ini, pekan ini, mesti diselesaikannya hal Jabatan Fungsional Umum (JFU), untuk Kanwil dan daerah, yang mengikuti Surat Edaran Irjen dan PMA. Sebab medio November 2014 harus ditandatangani Karo Kepegawaian Kemenag RI.
Sehubungan dengan itu, Kakanwil apresiasikan penamaan Kabinet Kerja Jokowi-JK yang diumumkan Ahad sore (26 Okt). Para menteri itu lumayan muda. Termasuk yang diangkatnya Drs Lukman Hakim Saifuddin yang masih muda.
“Semula ada analisa, kabinetnya akan dinamakan ‘Trisakti’, tapi dinamakannya ‘Kabinet Kerja’. Kita di daerah pun wajib ikuti itu juga, kerja keras dalam melayani dan berbuat. Tak boleh santai lagi,” ajak Kakanwil.
“Jangan bilang tua, selama masih kerja; tapi tetap bilang muda, biar bersemangat. Tua jika kita pensiun…” sindir Kabag TU, di ujung acara tanya-jawab. Sebelumnya ada jajaranya, yang seringkali bilang: ‘maklum suah tua’, ‘maklum mobil tua…, dan diralat oleh Kabag TU seperti di atas.
Oh…sudah tua ya… []















