Muhammad Qaizan Fahrizal, seorang santri kelahiran tahun 2009 merupakan santri kelas 6 Pesantren Awqaf Binaul Ummah yang telah meraih berbagai prestasi diantaranya juara 2 Syahril Qur’an tingkat Kabupaten Aceh Tamiang pada tahun 2025 dan merupakan peserta Giat Bakti Santri (GBS) di Sumatera Utara tahun lalu.
Ia merupakan satu-satunya santri di Aceh Tamiang yang berhasil menjadi salah satu peserta perkemahan pramuka yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Annur II Al Murtadlo, Bululawang, Malang, Jawa Timur pada tanggal 30 September-6 Oktober 2026 dan akan bersaing bersama ribuan santri dari seluruh penjuru Indonesia.
Inspektur Wilayah IV Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama RI, Prof Dr H Moh Isom MAg bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Tamiang, H Salamina SAg MA usai kegiatan pendampingan pelaksanaan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP), menyerahkan bantuan berupa uang transportasi Muhammad Qaizan Fahrizal yang menjadi Peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 di Aula Al-Ikhwan kemenag setempat, Jum’at 25 September 2026.
"Selamat menjadi peserta PPSN yang merupakan satu-satunya dari Aceh Tamiang, semangat bersaing dengan ribuan santri se-Indonesia dan semoga mendapat hasil yang terbaik," Ucap Isom.
Salamina juga menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Muhammad Qaizan sebagai perwakilan dari Aceh Tamiang mewakili Provinsi Aceh pada ajang PPSN Tahun 2026. Ia berharap semoga dapat memberikan kontribusi terbaik dalam kegiatan perkemahan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pesantren Kementerian Agama RI dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026.
"Sebagai dukungan kami, Kemenag Aceh Tamiang memberikan bantuan biaya transportasi dalam perjalannya dari Aceh Tamiang menuju ke Banda Aceh untuk bergabung dengan kontingen terpilih lainnya yang mewakili Provinsi Aceh dan akan berkompetisi nantinya di Jawa Timur," imbuhnya.
Lebih lanjut, Ia mengatakan ajang PPSN merupakan salah satu program unggulan Kementerian Agama RI untuk menjaring dan menempa santri berprestasi dari seluruh penjuru Indonesia melalui kegiatan kepramukaan. Para santri tidak hanya berkompetisi dalam bidang ketangkasan, tetapi juga diasah karakter, kemandirian, wawasan kebangsaan, dan jiwa kepemimpinannya.
"Selain sebagai wadah unjuk prestasi, ajang ini membuka peluang bagi para santri untuk dipertimbangkan dan diperhitungkan dalam berbagai program afirmasi pemerintah, termasuk Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) yang rutin dibuka setiap tahunnya," ujarnya.
Diharapkan semoga santri perwakilan Aceh Tamiang dapat mempersiapkan diri dan mengikuti dengan baik, menjaga kesehatan, siap bersaing serta mendapatkan hasil terbaik dalam ajang nasional ini. []












