Pendidikan inklusif tidak cukup hanya dengan membuka akses belajar bagi seluruh anak. Madrasah juga perlu memastikan setiap peserta didik memperoleh layanan sesuai kebutuhan, potensi, dan karakter masing-masing. Semangat inilah yang diperkuat melalui peluncuran Unit Layanan Disabilitas (ULD) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Kota Banda Aceh, Kamis, 24 September 2026.
Kehadiran ULD menjadi langkah konkret MIN 4 Kota Banda Aceh dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih ramah bagi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus. Unit ini diharapkan tidak berhenti sebagai struktur layanan, tetapi hadir dalam keseharian madrasah melalui pendampingan dan layanan yang sesuai kebutuhan setiap anak.
Dalam penguatan pendidikan inklusif tersebut, Bunda Inklusi Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Ny Rosnidar Salman, turut hadir mendampingi proses peluncuran ULD. Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya madrasah dalam membangun pendidikan yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh peserta didik.
Menurut Rosnidar, pendidikan inklusif pada akhirnya bukan hanya tentang fasilitas atau keberadaan unit layanan, tetapi tentang bagaimana madrasah menghadirkan lingkungan yang menerima dan menghargai keberagaman peserta didik.
“Setiap anak memiliki kebutuhan dan potensi yang berbeda. Karena itu, kita perlu memastikan madrasah menjadi ruang yang aman, nyaman, dan memberi kesempatan kepada setiap anak untuk berkembang sesuai potensinya,” ujarnya.
Ia menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah. Menurutnya, nilai-nilai inklusivitas perlu hadir dalam keseharian warga madrasah melalui sikap menerima, menghargai, dan memberikan ruang tumbuh bagi setiap peserta didik.
Peresmian ULD dilakukan oleh Anizar ST MPd PhD, Ketua 3 Forum Pendidikan Madrasah Inklusi (FPMI) Pusat, yang juga merupakan praktisi dan akademisi di bidang pendidikan anak berkebutuhan khusus. Ia mengapresiasi langkah MIN 4 Banda Aceh dalam membangun layanan disabilitas secara lebih terarah.
“Peresmian ULD ini adalah langkah nyata dan berani dari MIN 4 Banda Aceh untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan haknya atas pendidikan. Semoga unit ini benar-benar hadir dan memberikan dampak, bukan sekadar formalitas, bagi anak-anak berkebutuhan khusus di sini,” ujarnya.
Peluncuran ULD turut dihadiri Ketua FPMI Provinsi Aceh Dr Hj Ummiyani SAg MPd, Pengawas Madrasah Dr Juanda SE MM, Kepala MIN 4 Kota Banda Aceh beserta guru dan tenaga kependidikan.
Dengan hadirnya ULD, MIN 4 Kota Banda Aceh diharapkan semakin siap memberikan layanan yang lebih terarah bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Lebih dari sekadar sebuah unit, ULD diharapkan menjadi pintu menuju budaya madrasah yang benar-benar melihat setiap anak sebagai pribadi yang memiliki potensi untuk tumbuh, belajar, dan berprestasi.[]











