[Meureudu | Muhammad Ghafar] MTsN Meureudu kembali peringati maulid nabi (Kamis 05/03), bertetapan dengan 14 Jumadil Awal 1436 H. Dalam peringatan ini, MTsN Meureudu kembali beri santunan kepada para anak yatim di Madrasah tersebut.
Kepala Madrasah Drs. Salahuddin menjelaskan, bahwa dana yang terkumpul untuk santunan berjumlah tiga juta rupiah, dana ini berasal dari sedekah para guru dan siswa. Sejumlah 68 anak yatim di Madrasah ini mendapakan dana santunan.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi. Kalau dilihat dari segi jumlah mungkin dana itu tidak seberapa, namun nilai dari kebaikan ini begitu tinggi, kebersamaan dalam kebaikan seperti ini perlu kita syukuri, “tambah bapak Kepala”.
Sementara yang menjadi penceramah yaitu Tgk. Munawar dari Kuta Krueng. Beliau menekankan begitu pentingnya ilmu di dalam hidup, sembari membaca hadis yang berbunyi : “Dengan ilmu hidup Islam, dengan hilang ilmu maka mati Islam”.
Dikisahkan, pada masa Rasul ada seorang ayah yang mengadu kepada beliau. Dia mengadu terhadap sikap anaknya yang durhaka, bahkan berani menendangnya. Rasul meminta anak itu dihadirkan. Kemudian kepada anak itu Rasul bertanya mengenai persoalan akidah, dari semua pertanyaan tidak satu pun yang diketahuinya. Lalu Rasul berkata kepada ayah si-anak, kamulah yang durhaka kepada anakmu karena tidak mengajarkannya ilmu.
Dalam serangkaian agenda pentas, turut tampil group tari pramuka MTsN Meureudu, Nasyid Salawat, musikalisasi puisi dan penampilan drama oleh siswa. [y]
[Muhammad Ghafar, alumni MTsN Meureudu, sekarang mahasiswa Pendidikan Biologi UIN Ar-Raniry]












