[Banda Aceh | Yakub] “Salah-salah rhet lam kuah…,” ujar Alfirdaus yang asyik menjepret momen demi momen persiapan maulid, selaku panitia juga. Artinya, ‘salah melangkah, bisa masuk terinjak menu (kuah)’.
Lantai bawah, juga di bekas ruang PD Pontren (bawah aula) memang sedang diatur menu kenduri maulid 1436 H. Penataan bukan hanya kaum ibu, juga bapak-bapak. Juga Bapak-bapak yang setia dan sejak shubuh, dengan aweuek (irus) di dapur itu.
‘Hati-hati berjalan masuk ke ruang lantai satu’ ini berarti, lantai gedung baru Kanwil penuh menu, dan hidang meulapeh. Pagi Rabu (18/2), lantai di teras, paviliun, lobi, dan beberapa ruang sedang dipermak jadi ‘rumah makan’, bak (bagaikan) restoran, restoran lesehan bagi tamu.
Terutama jajaran DWP Kanwil, pagi mendung yang siangnya sempa hujan, sedang meramu dan menata sudut letak kuah dan buah, dengan senangnya. Sebagian sedang atur serbet dan cebokan, dengan cerianya.
Sebelum acara dibuka, Kakanwil sedang beraudiensi dengan jajaran Kankemenag Kota Sabang, di ruangannya.
Acara pun dibuka, tamu undangan tertib, hingga makan jelang shalat, dalam acara bertemakan 5 nilai budaya kerja itu.
Sungguh, ada hubungan erat maulid dengan misi lima nilai budaya kerja Kemenag; integritas, profesional, inovasi, dan tanggung jawab, serta keteladanan.
Sungguh usia 5 Nilai di atas telah ada sejak ada Islam. Ada yang bilang sejak Rasulullah SAW lahir. Jadi, lebih tua nilai itu daripada yang kita dengar sekarang.
Lalu, Menag RI Drs H Lukman Hakim Saifuddin menyemangati kembali.
Tema ‘Maulid Raya’ Kanwil 2015/1436 H ialah “Melalui Peringatan Maulid kita Internalisasikan 5 Nilai Budaya Kerja…
”Penceramah di siang mendung ini adalah Dosen UIN Ar-Raniry, DR H Hasanuddin Yusuf Adan MA yang juga Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Aceh. [tok]












