[Peureulak | Jamaluddin] M.Isa,S.Ag,M.Pd mantan kepala MAN Peureulak yang kini dilantik menjadi Kasi Pendidikan madrasah di Kankemenag Aceh Timur sangat terharu dan bersedih tatkala harus berpisah dengan rekan-rekan dewan guru dan pegawai madrasah, perasaan sedih beliau tercurahkan saat mengucapkan kata sambutan dan perpisahan di aula madrasah tersebut. “Hari ini genap saya bertugas 10 tahun 7 bulan 10 hari, ini bukanlah waktu yang singkat, saya mohon maaf jika selama ini banyak yang terzalimi atau tidak banyak yang saya lakukan untuk madrasah ini,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca, Rabu (18/2).Dihadapan Kakankemenag Aceh Timur dan rombongan, Muspika, Ketua komite, Ketua IPHI serta dewan guru, M.Isa mengakui bahwa selama ia memimpin telah banyak kemajuan fisik madrasah seperti bangunan aula, ruang belajar, pustaka, laboratorium IPA/Komputer lengkap dengan peralatannya. “Ini juga berkat kekompakan kita bersama, maka saya berharap kerjasama dan kekompakan ini dapat terus terjaga,” pintanya yang berharap doa dan dukungan di tempat tugas yang baru.Syarifuddin,S.PdI, kepala MAN Peureulak yang kini menggantikannya, diakui M.Isa bukanlah orang asing, beliau pernah mengabdi di MAN ini menjadi guru bakti. “Dihadapan para siswa saya pernah berujar bahwa Pak Din suatu saat akan kembali ke sini hanya untuk menggantikan saya sebagai kepala madrasah,” ujarnya yang saat itu H.Syarifuddin ditugaskan di MIN Kampung Beusa.Bagi Syarifuddin, ini merupakan back to habitat, kembali ke kampung halaman, hampir semua guru kenal dengannya. “Karena sudah kenal, maka bantu saya, dan kita sama-sama bekerja dengan ikhlas, buktikan tanpa beliau (M.Isa), kita juga bisa,” ujarnya menyemangati dewan guru dan pegawai madrasah.Camat Peureulak, Abdul Azis,SE,M.Si mengaku wajar jika M.Isa dipromosikan ke tempat yang baru mengingat sudah sangat lama beliau mengabdi di madrasah ini. “Ini sangat wajar, karena sudah 2 periode, kami di pemerintahan biasanya 1 periode sudah diganti,” sebutnya yang berharap madrasah ini akan lebih baik lagi kedepannya.Hal senada disampaikan ketua komite, M.Nasir, lewat sebuah pantun. “Kerlap kerlip lampu di kapal, anak-anak bermain batu, berpisah dengan pak Isa bukan tidak masuk akal, ibarat bayi yang lepas susu,” ujarnya.Acara temu pisah yang diawali pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Hamdani (siswa MAN Peureulak) dan di MC-kan oleh Sarfina S Malem,S.PdI (guru MAN Peureulak) akhirnya berjalan sukses.
M Isa Terharu, Syarifuddin Kembali

Inmas Aceh
Author•18 Februari 2015
362 2 min read

TERPOPULER
Berita
Khairul Azhar Dilantik Menjadi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat
Rabu, 13 Mei 2026

01
Berita
668 CPNS Kemenag Aceh Akan Dilantik Jadi PNS Secara Daring oleh Menteri Agama
Rabu, 20 Mei 2026

02
Berita
Kakanwil Kemenag Aceh Lantik 12 ASN, Tegaskan Amanah Jabatan dan Disiplin Kerja WFH
Senin, 04 Mei 2026

03







