[Ar-Raniry | Muhammad Ghafar] Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Farid Wadji Ibrahim, M.A melaunching salat dhuha berjamaah yang akan menjadi program rutin bulanan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) di halaman gedung B Tarbiyah tersebut.
Selain itu, rektor juga melaunching (luncurkan) Pusat Informasi dan Pelayanan FTK.
Dalam sambutannya, rektor menekankan kepada seluruh mahasiswa agar selalu menghargai waktu. “Kita lihat sekarang ini kondisi begitu miris, di mana orang tidak menggurbis suara azan, malam begitu banyak muda-mudi bergadang tidak jelas dan fenomena-fenomena lainnya,” ajaknya.
“Kalau seperti ini kapan waktunya merancang masa depan, kapan mereka mengatur waktu untuk belajar dan beribadat. Kapan menghargai waktu,” tanyanya.
Lanjut Pak Farij lagi, “Coba saja sekarang kita kumpulkan seluruh orang sukses dari seluruh dunia, pasti jawaban dibalik kesuksesan mereka adalah karena menghargai waktu. Saya sangat mengapresiasi program seperti ini.”
“Salat dhuha ini begitu diperlukan, kalau kita misalkan pada sebuah gedung, salat dhuha ini ibaratkan anti petir, dimana dia akan melindungi gedung dari ancaman petir. Bagi manusia salat dhuha ini dapat menjadi pelindung hidup, sehingga membantu menuntun kepada kebaikan,” sambung Rektor dengan gayanya yang humor dan bahasa yang meledak-ledak.
Dalam kesempatan yang sama bapak rektor juga mengharamkan segala bentuk kegiatan kampus jika sedang waktu salat. Turut hadir dalam launching ini pengurus besar Bank Aceh, Haizur Sulaiman, SH, M.Hum, Warek I, Dekan FTK beserta jajarannya.
Sementara DEMAFTK Jamaluddin selaku panitia penyelenggara menjelaskan program ini adalah ajang silaturrahmi dan penguatan ilmu, iman, amal dan akidah.
“Sengaja kita angkat tema “Strategi Penanggulangan Pendangkalan Aqidah di Kalangan Mahasiswa dan Generasi Muda Aceh” melihat begitu maraknya upaya pendangkan akidah di sekitar kita. Upaya pendangkalan akidah umumnya mengincar kaum intelektualitas yang pengetahuan agamanya minim. Oleh sebab itu, shalat dhuha yang diikuti tausiah ini diharapkan dapat membantu meredam segala bentuk pendangkalan akidah,” katanya.
Tausiah yang seharusnya di sampaikan ibu wali kota Banda Aceh ini digantikan Dr. Mufakkis Muhammad. Ibu wali kota hanya mengirim salam, berhubung beliau sedang berada di luar daerah. Dalam sesi launching ini DEMAFTK Rabu (29/04) bertetapan 10 Rajab 1436 H, juga melantik kepengurusan dari empat Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).
[Muhammad Ghafar mahasiswa pendidikan Biologi UIN Ar-Raniry/yyy]















