Kiblat Studi Islam Jangan lagi ke Barat

Inmas Aceh
Inmas Aceh
Author11 November 2014
Kiblat Studi Islam Jangan lagi ke Barat

[Banda Aceh | Teuku Zulkhairi] Kiblat studi Islam di kalangan Perguruan Tinggi Islam selama ini dianggap telah mengalami misorientasi (kehilangan tujuan) dan disorientasi (kesalahan tujuan). Perguruan Tinggi Islam realitasnya lebih berkiblat ke nagara-negara Barat dalam wacana studi Islam ketimbang ke negara-negara Islam sehingga menyebabkan terjadinya dekonstruksi (kerusakan) studi Islam. Meski negara Islam juga berada di arah barat nusantara.

Hal ini disampaikan Dr Syamsuddin Arif, MA, Profesor Madya dari International Islamic University of Malaya (IIUM) saat mengisi kuliah umum dihadapan ratusan mahasiswa UIN Ar-Raniry di Gedung B Fakultas Tarbiyah, (09/11).

Menurut Syamsuddin Arif, reorientasi studi Islam harus diarahkan ke Timur Tengah sehingga perguruan Tinggi bisa menyusun wordview (cara pandang Islam) dalam melihat berbagai persoalan berdasarkan ajaran Islam, bukan dalam perspektif Orientalis.

Dosen IIUM yang menguasai banyak bahasa dunia ini bahwa Orientalisme dan Diabolisme adalah kelanjutan dari penjajahan atau imperilisme Barat terhadap dunia Islam yang telah dimulai semenjak abad ke 15 Masehi.

Oleh karena itu setiap umat Islam khususnya mahasiswa sebagai calon intelektual ke depan harus lebih paham akan hal ini, agar kemudian ummat Islam bisa bangkit dari penjajahan masa kini.Pasalnya, paham orientalisme telah menjadi faktor utama pemicu keragu-raguan umat Islam terhadap ajaran Islam sehingga melahirkan berbagai produk pemikiran yang menyimpang.

Kuliah umum yang dimoderatori oleh Ust. Yusran Hadi, Lc, MA. Ketua Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesiaa (MIUMI) Aceh ini bertema “Orientalisme dan Diabolisme Intelektual” dan diselenggarakan oleh Dewan Mahasiswa Fakultas Tarbiyah UIN Ar-Raniry bekerja sama dengan Gerakan Indonesia Tanpa JIL dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh dan berlangsung di Aula Gedung B Fakultas Tarbiyah UIN Ar-Araniry.

Sementara itu, Pembantu Dekan III Fakultas Tarbiyah UIN Ar-Raniry, Dr. M. Syahbuddin Gade, MA, saat membuka acara menyampaikan pentingnya para mahasiswa untuk memahami studi Orientalisme dalam Islam. Karena orang-orang Barat melakukan penghancuran ummat Islam tidak lagi dengan perang akan tetapi serangan terhadap pendidikan dengan melakukan disorientasi pengetahuan misalnya banyak studi tentang hadits pada akhir abad ini dibuat oleh orang-orang Barat dengan pemahaman Barat itu sendiri.

“Padahal itu jauh berbeda dengan tujuan dan pandangan Islam,” ujar Syahbuddin. [yakub]

Layanan
harkitnas26
iduladha26
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh