Upaya peningkatan mutu pendidikan madrasah di Kabupaten Bireuen kembali diperkuat melalui kegiatan pendampingan akreditasi yang digelar Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Senin, 13 April 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh 22 madrasah dari berbagai jenjang, meliputi Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA), baik negeri maupun swasta yang tersebar di wilayah Kabupaten Bireuen. Seluruh kepala madrasah, operator, dan pengawas pembina turut hadir dalam pendampingan ini, mencerminkan keseriusan bersama dalam mempersiapkan diri menghadapi proses penilaian akreditasi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Bireuen, Dr H Zulkifli SAg MPd, hadir langsung memimpin kegiatan pendampingan tersebut. Ia didampingi oleh Kepala Seksi Madrasah, Anis SAg, serta Ketua Kelompok Kerja Madrasah (K2M) Tingkat MI, Mudassir. Kehadiran para pimpinan ini menegaskan bahwa peningkatan mutu madrasah bukan sekadar program rutinitas, melainkan prioritas nyata yang mendapat perhatian penuh dari jajaran pimpinan.
Dalam arahannya, Zulkifli menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan tolok ukur nyata dari kualitas pendidikan yang diselenggarakan setiap madrasah. Ia mendorong seluruh kepala madrasah untuk tidak memandang visitasi sebagai beban, melainkan sebagai momentum emas untuk berbenah dan meningkatkan standar layanan kepada peserta didik.
"Kita dampingi madrasah bukan karena terpaksa, tapi karena kita ingin melihat setiap anak di Bireuen mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Visitasi adalah momentum, bukan ancaman," tegasnya.
Dalam sesi pendampingan teknis, Kasi Penmad, Anis menjelaskan secara rinci instrumen akreditasi yang akan digunakan oleh tim BANPDM. Para peserta diajak memahami delapan standar nasional pendidikan yang menjadi acuan penilaian, mulai dari standar isi, proses, kompetensi lulusan, penilaian, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, hingga pembiayaan. Pemahaman menyeluruh terhadap instrumen ini diharapkan menjadi bekal bagi madrasah dalam menyusun portofolio dan bukti fisik yang kuat.
Sementara itu, Ketua K2M MI, Mudassir menekankan pentingnya kelengkapan dokumen dan kesiapan seluruh warga madrasah dalam menyambut tim penilai. Ia mendorong setiap madrasah untuk melakukan evaluasi diri secara jujur sebagai langkah awal perbaikan yang sesungguhnya. Menurutnya, madrasah yang berani mengenali kekurangannya sendiri adalah madrasah yang benar-benar siap untuk berkembang.
Kegiatan pendampingan seperti ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan nilai akreditasi, tetapi juga menumbuhkan budaya mutu yang berkelanjutan di setiap madrasah. Dengan sinergi yang erat antara Kankemenag Bireuen, kepala madrasah, operator, dan pengawas pembina, Kabupaten Bireuen optimis mampu menghadirkan madrasah-madrasah yang tidak hanya terakreditasi baik secara formal, tetapi juga benar-benar menjadi lembaga pendidikan yang unggul, terpercaya, dan dicintai oleh masyarakat. []














