Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat mematangkan pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kabupaten Aceh Barat Tahun 2026 yang digelar secara bertahap selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 September 2026.
Pelaksanaan OMI dimulai pada Senin, 7 September 2026, untuk jenjang Madrasah Aliyah (MA). Selanjutnya, Selasa, 8 September 2026, kompetisi dilanjutkan pada jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan ditutup pada Rabu, 9 September 2026, melalui pelaksanaan OMI tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Tahun ini, OMI Kabupaten Aceh Barat diikuti 352 peserta dari tiga jenjang madrasah, terdiri atas 120 siswa MA, 113 siswa MTs, dan 119 siswa MI.
Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Aceh Barat, H Suhadi SAg, menjelaskan peserta tersebut mengikuti berbagai bidang kompetisi sesuai jenjang masing-masing.
Pada jenjang MI, sebanyak 119 peserta terdiri atas 59 peserta bidang IPAS dan 60 peserta bidang Matematika. Jenjang MTs diikuti 113 peserta, dengan rincian 38 peserta Matematika, 37 peserta IPA Terpadu, dan 38 peserta IPS Terpadu.
Sementara itu, jenjang MA diikuti 120 peserta yang berkompetisi pada enam bidang, yakni 21 peserta Matematika, 15 peserta Geografi, 22 peserta Fisika, 17 peserta Ekonomi, 23 peserta Biologi, dan 22 peserta Kimia.
“Jumlah peserta tahun ini menunjukkan bahwa OMI mendapat perhatian dan antusiasme yang baik dari madrasah. Kita berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung tertib serta memberikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujar Suhadi.
Kantor Kemenag Aceh Barat melalui Seksi Pendidikan Madrasah memastikan seluruh tahapan pelaksanaan dipersiapkan dengan baik, mulai dari kesiapan tempat, peserta, panitia hingga pelaksanaan kompetisi. Persiapan tersebut dilakukan untuk menjaga agar OMI berlangsung tertib, objektif, transparan, serta memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, H Khairul Azhar SAg MA, memberikan apresiasi kepada seluruh madrasah, guru pembimbing, panitia, dan peserta yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti OMI 2026.
Ia berharap OMI tidak hanya menjadi ajang untuk memperoleh prestasi, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun semangat berkompetisi secara sehat.
“OMI merupakan bagian dari upaya kita memberikan ruang kepada siswa madrasah untuk menunjukkan kemampuan dan prestasinya. Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi dengan sungguh-sungguh, menjunjung sportivitas, dan memberikan kemampuan terbaiknya,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan OMI juga menjadi momentum untuk melihat sekaligus mengembangkan potensi akademik peserta didik madrasah di Aceh Barat pada berbagai bidang keilmuan.
Khairul Azhar berharap para peserta yang meraih prestasi di tingkat kabupaten tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus mendapatkan pembinaan sehingga mampu bersaing dan mengharumkan nama Aceh Barat pada tingkat provinsi maupun nasional.
“Kita ingin OMI ini menjadi langkah awal bagi anak-anak kita untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. Setelah berhasil di tingkat kabupaten, kita berharap siswa-siswa terbaik Aceh Barat dapat mewakili Provinsi Aceh di tingkat nasional, bersaing dengan peserta terbaik dari daerah lain, dan membawa pulang prestasi untuk Aceh,” harapnya.
Dengan keterlibatan 352 peserta dari jenjang MA, MTs, dan MI, OMI 2026 di Aceh Barat diharapkan menjadi bagian dari upaya Kemenag dalam mengidentifikasi dan mengembangkan potensi peserta didik madrasah sejak jenjang dasar hingga menengah.
Dari kompetisi tingkat kabupaten, Kemenag Aceh Barat mendorong lahirnya talenta-talenta madrasah yang mampu melanjutkan prestasi ke tingkat provinsi hingga menjadi wakil Aceh yang berprestasi di tingkat nasional.[]













