[Embarkasi Aceh | Muhammad Yakub Yahya] Sesaat sebelum pelepasan Kelompok Terbang (Kloter) 7, sebagaimana biasa sebelumnya, Pejabat yang melepaskan dan Pantia saling bersilaturrahmi. Biasa hadir Bupati, Wakil, Sekda, atau yang mewakili kab/kota dari jamaah yang masuk ke kloter yang bersangkutan.
Di samping itu, duduk sejenak di kantin samping Sekretariat itu perlu, sambil menanti kesiapan jamaah masuk Aula Utama, atau isyarat acara dimulai dari Protokoler Embarkasi Haji.
Kloter 7 dilepaskan sebanyak 439 jamaah. Kloter 7, yang akan tempati Wilayah Sittin St Maktab 7, di sana, ada jamaah tertua (tertua se Aceh), ada Kharuddin Abdullah Ibrahim (98), asal Aceh Tengah. Termuda, Farah Maulida Sari binti Muhammad Yunus (19) asal Banda Aceh.
Manifes 71 dalam Kloter 7, ada open seat, atas nama Sairam Sariah bin Sareh (98 Aceh Tengah), alasan sakit.
Sementara, hingga kloter 6 sudah sebanyak 2.633 jamaah Aceh ke Makkah (1.046 laki-laki dan 1.587 perempuan).
Semua itu informasi jamaah yang akan ke Makkah dan yang telah tiba, sebelum pelepasan, yang diumumkan MC Fajriah Bakri SAg, setelah H Iqbal Hasan bawakan Kalam Ilahi.
Namun, di kantin Asrama Haji, yang hadir Wakil Ketua DPRA, Drs H Sulaiman Abda MSi, yang dibicarakan bukan hanya soal haji dan IPHI (Sulaiman Abda masuk kepengurusannya, Ketua Umum IPHI Aceh), tapi soal peulitek di Senayan. Apalagi, jika bukan soal RUU Pilkada Langsung itu, atau gaya KPK selama ini.
Jadi, sebelum pelepasan, sebelum antar jamaah ke Makkah, pejabat yang melepasakan (Wakil Ketua DPRA) dan yang mewakili Kab/Kota yang ada jamaah dalam Kloter 7, diskusi soal kisruh dan dinamika di Senayan dulu. Sebelum bicara Haji Akbar di Makkah, bicara soal negara sendiri, Legislasi di Senayan.
Hadir dalam meja agak berjauhan, dalam diskusi itu, salah satu pembimbing jamaah PPIH Embarkasi Aceh, Drs H Hamdan MA, Petugas Kloter 8 (Drs H Amrun Saleh MA/TPHI, Kakankemenag Aceh Tengah), Panitia/Karom dari Kloter 7 (Drs H Ridwan Qari, Kakankemenag Bener Meriah, mantan Kabid Urais Kanwil), dan para pengantar. Sebagan bersama istri tercintanya.
Hadir kali ini, Rektor Unsyiah Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng. Dan dalam Kloter 7 juga masuk salah satu jamaahnya, Kabid PHU, Drs Herman MSc. []













