[Meulaboh | Jufrizal] Ketua Regu dan Ketua Rombongan Jamaah Calon Haji atau disebut Karu dan Karom sangat penting perannya dalam turut menyukseskan penyelenggaran Haji karena Karu dan Karom merupakan ujung tombak pelaksanaan ibadah haji.
Dengan bantuan, koordinasi, kekompakan dan kerja samanya Karu-Karom dan Ketua Kloter, maka akan memudahkan dan melancarkan kegiatan pelaksanaan ibadah Haji.
Karu dan karom dalam tugasnya harus ikhlas, sabar, selalu berkoordinasi, selalu berkomunikasi, mengutamakan kepentingan kelompok daripada pribadi, mengetahui kondisi jamaah dan anggotanya satu persatu baik fisik dan mental, dan harus mengayomi anak buahnya
Tugas dan tanggung jawab Karu dan Ketua Karom dalam pelaksanaan ibadah haji cukup berat dan juga menjadi perpanjangan tangan dari pimpinan setiap kelompok termbang (Kloter) haji dalam memberikan pelayanan kepada calon Jamaah Haji ketika di tanah suci. “Karena pentingnya peran Karu dan Karom ini dalam turut menyukseskan penyelenggaraan Haji, maka setiap Karu dan Karom harus mengetahui benar apa saja Tugas Pokok dan Fungsi mereka,” ungkap Kakankemenag Aceh Barat Drs. H. M. Arif Idris, MA Saat memberikan pembinaan kepada Karu dan Karom Jum’at (12/09) bertempat di Mushalla An-Nida Kankemenag setempat.
Sementara itu Kasi Haji dan Umrah Kanekemenag Aceh Barat Drs. H. Jakfar mengatakan begitu pentingnya peran Karu dan Karom ini maka dirasa sangat perlu untuk itu Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat memberikan pembinaan kepada Karu dan Karom Jamaah Calon Haji pada pada hari ini, nanti dengan materi utamanya adalah tentang Tugas pokok dan Fungsi Karu dan Karom.”
Lebih lanjut H. Jakfar menjelaskan bahwa dalam pembinaan Karu dan Karom nanti juga akan disampaikan materi Kasus-Kasus Pada Penyelenggaraan Haji dan Bagaimana Penyelesaian Kasus-Kasus Yang Terjadi, Komitmen Pelayanan Kepada Jamaah Calon Haji serta Simulasi Penyelenggaraan Haji.
“Ada 16 Karu dan 4 Karom yang mengikuti pembinaan ini, dan Alhamdulillah mereka hadir semua,” ungkap H. Jakfar. [yyy]












