[Magelang | Yakub/khairul/Mulkan] Kakanwil Kemenag Aceh Drs HM Daud Pakeh yang tiba bersama rombongan dengan pramuka Aceh, berjanji mendampingi penampilan kontingen Aceh pada PPMN (Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional) perdana ini , hingga usai, pada Jumat-Sabtu (15-16 Mei).
“Itu janji Kakanwil, dan usia itu, baru Kakanwil kembali ke Aceh,” kutip Kasi Kesiswaan Bidang Penmad Kanwil Kemenag Aceh Khairul Azhar SAg. Agenda penutupan sendiri pada Jumat, dan pelepasan kontingen se Indonesia Sabtu depan.
Dalam arahan dan pendampingan seusai anak Aceh tampil LikokPulo di pentas seni (Selasa malam, 12/5), saat kumpul bersama kontingen (peserta/pendamping), Kakanwil juga beri motivasi pada peserta, bagaimana kiat hadapi berbagai even nasional terutama Pramuka. Di antaranya menjaga kedisiplinan, kesehatan, kekompakan dan seterusnya….
Kakanwil, yang sempat ke Jakarta dulu Rabu pagi (via Yogyakarta) untuk agenda dengan TU Menag, sampaikan bahwa penampilan seni kontingen Aceh sudah maksimal, dan mendapatkan aplaus dan dukungan dari provinsi lain.
Saat pembukaan di Lapangan Akmil Magelang pun, Menag pernah motivasikan siswa madrasah: Pertama, jadikan pramuka sebagai sebuah gerakan. Menurutnya, sebagai sebuah gerakan, semua pihak dituntut untuk berkontribusi dalam menanamkan dan mengimplementasikan Dasa Dharma Pramuka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“(Pramuka) Tidak hanya menjadi kewajiban siswa yang masih aktif sekolah, tetapi juga harus ada sinergi dengan para alumni madrasah,” jelasnya.
Kedua, bangga menjadi bagian anggota gerakan Pramuka. Dikatakan Menag bahwa kegiatan pramuka seperti ini merupakan awal yang baik untuk berlatih menjadi pemimpin dan warga negara yang hebat, kuat, dan berkarakter.
“Percuma kita pintar dan mempunyai IQ tinggi, jika kita tidak bermanfaat bagi sesama,” tegasnya.
Ketiga, jadilah anggota pramuka yang berkarakter dan berintegritas. “Anggota pramuka dituntut tetap memegang nilai-nilai idealisme yang tinggi agar kiprahnya bisa bermanfaat bagi orang lain,” katanya.“
Ingat, anggota pramuka bukan hanya berfikir untuk diri sendiri, tapi apa yang bisa dilakukan untuk orang lain,” tambahnya.
Keempat, isi kegiatan pramuka dengan aktivitas yang bermanfaat untuk masa depan. Menurutnya, pramuka di madrasah harus dapat menjadi benteng pertahanan penyebaran virus dekadensi moral remaja, seperti penyalahgunaan narkoba, miras, seks bebas, tawuran pelajar, dan radikalisme agama.
Dan kelima, PPMN tidak hanya menjadi ajang perkenalan dan pertemuan biasa. Menag berharap PPMN bisa menjadi momentum menjalin jaringan dan mempererat ukhuwwah islamiyah untuk masa depan bangsa yang lebih baik.“Maju mundurnya bangsa ini ke depan sangat tergantung dari bagaimana kita selaku generasi muda mendapat binaan, pendidikan, dan tempaan kepemimpinan yang baik,” pekiknya.
“Saya yakin, gerakan pramuka merupakan ajang pengasahan keterampilan kepemimpinan yang baik dan penanaman karakter unggul bagi generasi muda bangsa,” tegasnya. [foto: mulkan sidamanik]















