[Embarkasi Aceh | Muhammad Yakub Yahya] Lancar dan tertib, sesi pembagian dokumen (paspor, visa, boarding pass, dan DAPIH), living cost (biasa hidup di Arab), serta Baitul Asyi untuk Kloter 1. Tampak panitia dari PPIH,PPPIH serta Satgas, yang ikut menuntun jamaah duduk menurut nomor seat, dan menyimak arahan pembimbing.
Pembimbingan dipandu H Zainal Arifin SAg, Kasi Sistem Informasi Haji Bidang PHU Kanwil Kemenag Aceh. Seusai sesi pembagian dokumen, pada pagi Jumat (08.00 WIB) hingga butuh waktu 2 jam itu, di bawah cuaca agak mendung, sebagain jamaah menuju ke kantin, untuk ngopi, atau ke pagar depan untuk temui sanak saudara (meski telah dibatasi).
“Ayo, manfaatkan kesempatan ngopi sebaik-baiknya, di Arab belum tentu nanti sama rasanya,” kata pasangan Aida Fitri SAg-Anwar SAg, dari Kemenag Aceh Besar. Tampak juga pasangan Prof Dr Warul Walidin Ak MA dalam Kloter 1, yang minta difoto di gedung baru yang sedang rehab, dekat pelayanan kartu telpon dan mobil bank.
Acara pembinaan di Aula Utama itu (Jumat pagi, 19 Sept), termasuk pembagian gelang pengenal. Di samping pembinaan Karu/Karom, Penerbangan, Imigrasi, dan Kesehatan. Juga di dalam sana, jelang pelepasan sore, dibagi amplop putih berisi uang rial, SAR (mata uang Arab Saudi). Tahun ini dipersiapkan oleh Bank BRI.
“Mohon Bapak-Ibu periksa dulu sebelum meninggalkan ruang. Komplain di luar aula tidak dilayani,” jelas Drs H Dhiauddin, Bidang/Seksi Bimbingan Jamaah.
“Membukanya jangan di tengah, takut robek uangnya, tapi di pinggir,” pesan yang lainnnya.
Kakanwil ikut menuntun jamaah Kloter 1, asal Aceh Timur, saat membuka dan menjelaskan isi amplop duit yang berisi 8 lembaran uang bertahta Raja Arab itu. SAR sama dengan Saudi Arabia Rial.
“Ini sepadan dengan Rp 4 jutaan lebih. Berisi uang SAR 500 sebanyak 2 lembar, sama dengan SAR 1.000. Uang SAR 100 ada 4 lembar, sama dengan SAR 400. Dan uang SAR 50 sebanyak 2 lembar, sama dengan SAR 100. Jadi totalnya SAR 1.500,” jelas Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H Ibnu Sa’dan MPd, didampingi Kasi Urais Binsyar (Drs H Hamdan MA) dan mantan Kabag Sekretariat Kanwil Depag (Drs H Dhiauddin).
Biaya sebanyak hampir Rp 5 juta itu, biasanya mencukupi untuk hidup 40 hari di Makkah-Madidah, untuk belanja yang di luar makanan yang disajikan petugas. [inmas-akyar/fajiah/ahsan/amwar]












