Banda Aceh (Inmas)---Setelah membuka kegiatan pelatihan Satpam di Grand Nanggroe Hotel, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H M Daud Pakeh lanjutkan membuka Workshop Pembuatan Karya Tulis Ilmiah bagi Penghulu di Hotel Permata Hati, Blang Oi, Banda Aceh, Selasa (27/3).
Dalam sambutan dan arahannya, Kakanwil mengatakan penghulu untuk berani melakukan berbagai terobosan dan perubahan dalam lingkungan kerja.
"Ada hal baru yang bisa kita lakukan, terobosan-terobosan perlu diwujudkan, seperti metode belajar bahasa Arab dengan cepat, tidak berjibaku dengan kebiasaan lama," ujar Kakanwil.
Untuk itu mulai sekarang mari kita buat terobosan dan perubahan, ajak Kakanwil.
Harapan tersebut juga sebagai sinyal acuan perubahan bagi seluruh ASN di jajaran Kemenag Aceh.
"Posisi penghulu sekarang sama seperti guru, penghulu diperbantukan sebagai Kepala KUA. Penghulu sebagai pelayan, maka perlu memberikan pelayanan secara maksimal," ucapnya lagi.
"Saya ingin ada forum atau grup untuk sharing semua informasi bagi penghulu, luar biasa apalagi ada 272 KUA yang definitif di Aceh, begitu juga para istri penghulu untuk membangun komunikasi, kekuatan komunikasi para istri luar biasa," ujar Kakanwil.
Kakanwil juga melanjutkan "Kita perlu menjalin dan berbagi informasi, ini luar biasa, kalau semua sudah terjalin komunikasi dengan baik, hasilnya akan hebat, misalnya kalau ada anak penghulu yang sakit, walaupun tidak sempat datang menjenguk tapi bisa menghantarkan doa, karena kita sudah dapat informasi melalui grup, tujuannya untuk informasi positif, bukan hoax," tambah Kakanwil.
Kemampuan penghulu harus beda, sebagai pengambil kebijakan ketika ada persoalan di masyarakat, "Oleh karenanya penghulu harus banyak membaca, dan tulislah apa yang saudara baca. Mengasah intelektual dan biasakan menulis, selesai kegiatan ini mulailah menulis," sebut Kakanwil.
Kakanwil juga mengatakan penghulu harus menguasai aturan agama dan perundangan-undangan sebagai landasan bekerja, sehingga kita dianggap mampu dan profesional.
Panitia kegiatan, Haswin Dua Putra, SHI dalam laporannya mengatakan kegiatan tersebut dilakukan bertujuan untuk membangkitkan semangat penghulu untuk menulis berdasarkan hasil penelitian, khususnya bidang hukum keluarga.
"Banyak karya tulis penghulu belum memenuhi unsur karya ilmiah. Minimnya karya tulis ilmiah penghulu yang dimuat di media," sebut Haswin.
Kegiatan bertema "Membimbing tradisi keilmuan berbasis penelitian," diikuti 40 penghulu dari Kankemenag Kabupaten/Kota se Aceh dan akan berlangsung sejak 27-29 Maret 2018.[]















