Bireuen (Farizal) — Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H Asy’ari melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2018 di MAN 2, MAN 3 dan MAN 5 Bireuen, Senin (9/4).
Dalam kunjungan pertama di MAN 2 Bireuen, Asy’ari yang didampingi Kepala Kantor Kemenag Bireuen, Drs H Zulkifli Idris MPd dan Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Azhary MPd, memantau langsung pelaksanaan UNBK hari pertama, sesi pertama di madrasah tersebut.
Pada kesempatan itu Asy’ari menemui beberapa peserta yang kebetulan sedang menunggu giliran ujian pada sesi kedua. “Bagaimana persiapan menghadapi ujian ini, nak?, ” tanyanya. Serentak mereka menjawab, “Insya Allah siap pak.”
Ketika ditanya soal kendala pelaksanaan UNBK kali ini, kepala MAN 2 Bireuen Anwar SSi mengatakan bahwa secara teknis tidak ada kendala sama sekali. “Kita sudah siapkan semuanya, sejak dimulainya simulasi, UAMBN-BK, hingga pelaksanaan UNBK hari ini. Cuma yang kita khawatirkan adalah padamnya PLN,” kata Anwar.
Menanggapi hal tersebut, Asy’ari menyarankan pelaksanaan UBNK maupun ujian lainnya yang berbasis komputer ke depan agar bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, Dinas Pendidikan, dan PLN, serta dinas terkait lainnya.
Sebelum meninggalkan madrasah, Asy’ari berkesempatan berkeliling madrasah guna melihat lingkungan dan kondisi bangunan madrasah tersebut sambil sesekali bertanya dan mendengarkan penjelasan kepala madrasah, Anwar SSi.
Sementara itu, ketua panitia UNBK MAN 2 Bireuen, Desti Purnama SPd mengatakan bahwa pelaksanaan UNBK hari pertama dengan mata ujian Bahasa Indonesia diikuti 230 peserta dari empat program peminatan, dan dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama dan kedua masing-masing diikuti 80 peserta. Sisanya sebanyak 70 peserta diikutsertakan pada sesi ketiga.
Dersti juga menjelaskan peserta terdiri atas 124 siswa dari program peminatan matematika dan ilmu pengetahuan alam, 57 dari program peminatan ilmu pengetahuan sosial, 17 dari program peminatan bahasa dan budaya, serta 32 dari program peminatan keagamaan.
“Alhamdulillah pada sesi pertama ini ujian berjalan lancar dan peserta hadir semua. Cuma pada sesi kedua nanti sepertinya akan ada satu peserta yang harus menggunakan kursi roda karena saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dokter Fauziah Bireuen, akibat kecelakaan beberapa waktu lalui,” ungkap Desti.
Kunjungan ke MAN 3 dan MAN Bireuen
Usai di MAN 2 Bireuen, orang nomor dua di jajaran Kanwil Kemenag Aceh itu melanjutkan perjalanan ke arah timur menuju MAN 3 Bireuen. Sesampai di sana, beliau disambut kepala madrasah bersama beberapa panitia pelaksana UNBK madrasah tersebut.
Ketua panitia UNBK MAN 3 Bireuen, Dra Syathariah mengatakan bahwa pelaksanaan ujian pada sesi pertama diikuti 94 peserta dan berjalan sebagaimana diharapkan. “Sekarang baru dimulai sesi kedua, dan kita berharap tidak ada kendala apapun,” ujarnya.
Masih menurut Syathariah, UNBK kali ini diikuti oleh 277 peserta dari dua program peminatan yaitu 175 dari peminatan matematikan dan ilmu pengetahuan alam, dan 102 dari peminatan ilmu pengetahuan sosial.
Adapun pelaksanaan ujian terdiri dari tiga sesi. Sesi pertama dan sesi kedua masing-masing diikuti 94 peserta. "Sementara 89 peserta lainnya akan mengikuti ujian pada sesi ketiga nanti," lanjut Syathariah.
Kunjungan terakhir dilakukan kabag TU ke MAN 5 Bireuen di Gandapura. Menurut kepala MAN 5 Bireuen Abdullah Ali MPd, kendala utama pelaksanaan UNBK adalah masalah arus listrik PLN. “Kita takut sewaktu-waktu PLN pada tiba-tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya. Sementara kita di sini tidak menyediakan genset,” katanya.
Menyikapi masalah yang sama dengan beberapa madrasah yang dikunjungi sebelumnya, Asy’ari menyarankan untuk membangun komitmen dengan lintas terkait. “Untuk memastikan lancarnya suplai arus listrik selama ujian berlangsung, bagusnya dibangun komitmen bersama lintas instansi terkait hingga melahirkan kesepakatan bersama, termasuk penyediaan genset di lokasi ujian,” kata Asy’ari. [x]















