[Makkah | Satria Ahmad] Penyerahan dana kompensasi dari Baitul Asyi kepada jamaah haji asal Aceh yang tergabung dalam kloter terakhir telah selesai dilakukan pada hari Selasa (30/9) sebelum dzuhur.
Petugas dari Baitul Asyi mendatangi langsung hotel tempat para jamaah haji tersebut menginap selama di Mekkah. Wagub Aceh Muzakkir Manaf juga ikut hadir dan memantau proses penyerahan dana tersebut sampai selesai.
Kloter BTJ 08 merupakan kloter ‘gado-gado’ yang mendarat di bandara King Abdul Aziz International Airport (KAAIA). Kloter tersebut tergabungan dari tiga embarkasi yaitu Makassar (UPG-27), Lombok (LOP-12) dan Aceh ( BTJ-08 ) yang diangkut oleh pesawat garuda kode penerbangan GA-2108 dengan total jamaah 379 orang.
Pada pukul 02.15 WAS dini hari (29/9), Jamaah haji kloter nusantara ini tiba di pemondokan yaitu Hotel Assa’awi yang terletak di kawasan wilayah Syisyah, Sektor D dengan nomor hotel D.13. Letak hotel ini sangat dekat dengan tempat melempar jumrah, lebih kurang 500 meter dan agak sedikit jauh dari masjidil haram yaitu sekitar 4 km.
Sebelum tiba waktu shalat subuh, jamaah haji Aceh langsung menuju ke masjidil haram untuk melaksanakan umrah wajib dengan menggunakan bus shalawat dari syarikah SAPTCO yang berada di terminal dekat jamarat.
Mayoritas jamaah haji pada kloter tersebut baru sekali saja ke masjidil haram, yaitu pada saat melakukan umrah perdana, hal ini disebabkan oleh berakhirnya operasional bus shalawat yang mengantarkan mereka dari hotel ke masjidil haram pulang pergiselama 24 jam karena menjelang pelaksanaan wuquf.
Bus-bus tersebut akan beroperasi kembali pada tanggal 08 Oktober. Beberapa jamaah yang hendak shalat di MasjidilHaram terpaksa harus naik taksi walaupun ongkosnya sangat mahal, bisa mencapai 30 sampai 40 riyal dari harga normalnya cuma 10 riyal. Bahkan ada jamaah yang naik taksi dari masjidil haram ke hotel tersebut membayar 50 riyal, setara dengan Rp. 170.000,- dengan jarak cuma sekitar 4 km.
Petugas haji non kloter asal Aceh yang kebetulan bertugas di Sektor D sempat menanyakan kepada supir Taxi : Kam ujrah ilal haram ya ammu? Khamsin….khamsin kata supir taxi sambil mengangkat lima jari. [x]












