[Kanwil | Yakub] Sebelum Kasubbag Inmas Kanwil, H Akhyar MAg umumkan, bahwa di Aula ada acara yang disampaikan langsung oleh Kakanwil, Drs H Herman MSc sampaikan amanat apel pagi Senin (9/2).
Kabid PHU (Penyelenggaraan Haji dan Umrah) Kanwil Drs H Herman, yang biasanya agak panjang menyampaikan amanat, pagi yang cerah ini, lumayan singkat! Sebab Kakanwil Kemenag Aceh Drs H Ibnu Sa’dan MPd, akan lanjutkan dengan penyampaikan ‘Lima Budaya Kerja’ di Aula.
Dalam amanat apel, di hadapan Kakanwil, Kabag TU, para Kabid, para Pembimas, para Kasubbag, para Kasi, dan jajarannya, Herman mulai dengan ajakan bagi jajaran Kemenag untuk jadi keteladanan.
Keteladanan merupakan nilai kelima, dari Lima Budaya Kerja Kemenag yang digalakkan Menag RI Drs H Lukman Hakim Saifuddin.
“Dengan kerteladanan, ada dua pencitraan yang kita dapat, bagi diri dan institusi, yakni Kementerian Agama,” kata H Herman, mantan Kakandepag Aceh Jaya itu.
Lalu untuk meujudkan nilai itu, ada formula yang harus diterapkan. Rumusan itu ialah 3M dan 1K
Jelas Herman MSc, mantan Kakankemenag Aceh Singkil lagi, bahwa maksud ‘M pertama’ ialah, ‘Mulai (Memulai) dari diri sendiri’, bukan mengharapkan duluan orang lain yang lakukan.
‘M kedua’ ialah ‘Mengerjakan tidak kerja asal-asalan’. Datang ke kantor tidak asal-asalan. Serta, berbicara tidak asal-asalan.
Lalu ‘M yang ketiga’ ialah ‘Mulai (Memulai) dari yang kecil-kecil. Jangan kerjakan yang besar-besar dulu, jika yang kecil belum sanggup dan selesai.
Mulai dari sekarang secara Konsisten terhadap yang sudah ada. Ini maksud 1K itu. Jadi, harus lebih baik dari yang sudah. Inovasi yang bertumpu pada aturan yang ada. Bukan di luar aturan…
Pak Herman tutup apel, lalu komandan apel beri aba-aba, “Siaaaap graak… bubar jalan…” [inmas]















