Guru PAI, Bahan Ajar ICT Wajib Dikuasai

Inmas Aceh
Inmas Aceh
Author04 Maret 2015
Guru PAI, Bahan Ajar ICT Wajib Dikuasai

[Banda Aceh | Ahlul Fikri/Yakub]  Satu lagi, 'Juara Inovasi PAI', guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) pada SMPN 8 Kota Banda Aceh Maghfirah Zainal Abiding, S.Pd.I, MA berhasil meraih gelas Magister Of Art (MA) Pada Prodi Pendidikan Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh.

Cek Gu sukses setelah dinyatakan lulus pada sidang Munaqasyah Tesis yang berlangsung Senin, di ruang sidang Direktur Pascasarjana UIN Ar Raniry Banda Aceh.

Penguasan ICT dan Pengembangan bahan ajar PAI berbasis ICT merupakan instrument penting bagi guru terutama Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) dalam menunjang proses pembelajaran di kelas agar lebih kreatif, inovatif dan menyenangkan dalam  mencapai tujuan pembelajaran PAI.

Hadir Para Penguji yaitu: Prof. Dr. H. Rusjdi Ali Muhammad, SH (Ketua Sidang), Dra. Hamdiah A.Latief,MA (Sekretaris), Dr. Cut Aswar, MA ( Penguji/anggota sidang), Dr. Sri Suyanta, M.Ag (Penguji/anggota sidang), Dr. Habiburrahim, MA (Penguji/anggota sidang).

Tesis yang diuji mengangkat tema “Implikasi Kompetensi Guru PAI dalam pemanfaatan bahan ajar terhadap hasil belajar dan kemandirian belajar PAI di SMP Negeri Se Kota Banda Aceh”.

Maghfirah Zainal Abidin, S.Pd.I, MA  yang juga guru PAI pada SMPN 8 Kota Banda Aceh mengkaji tentang peran guru PAI dan kesiapannya dalam menerapkan pembelajaran PAI yang menarik, inovatif dan bermutu.

Apalagi pada zaman sekarang ini, tuntutan penguasaan ICT mutlak diperlukan oleh setiap guru tidak hanya pada guru agama melainkan semua guru mata pelajaran lain.

Dalam penelitiannya yang berlangsung di sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Banda Aceh, hal yang sangat mendasar yang merupakan ruhnya guru dalam menerapkan proses pembelajaran pada peserta didik yaitu penguasaan ICT dan pemanfaatan pengembangan bahan ajar PAI.

Sehingga diharapkan pembelajaran yang dilangsungkan oleh Guru PAI dalam berlangsung menarik,bermutu, kreatif, inovatif dan punya nilai jual tinggi yang pada akhirnya semua peserta didik diharapkan lebih cepat memahami dan mengerti setiap materi ajar yang disajikan oleh guru mereka.

Saat ini banyak guru PAI belum mampu menggunakan media pembelajaran PAI secara baik lebih lebih dalam penguasaan pemanfanfaat media ICT, terbukti sejumlah peserta didik mengeluh karena metode pembelajaran PAI dirasakan kurang greget dan menarik untuk dikaji dan dipahami.

Begitu penjelasan dan pemaparan Ibu Maghfirah yang juga tercatat sebagai peraih Juara 2 Lomba Inovasi Model Pembelajaran PAI Berbasis ICT Tingkat Provinsi Aceh yang diadakan oleh Pengurus DPW AGPAII Provinsi Aceh Tahun 2o12.

Model Pembelajaran PAI harus dibarengi oleh penguasaan pengembangan bahan ajar PAI,PAI menjadi barometer bagi keberhasilan pendidikan anak didik, ruh dan  kado istimewa sehingga peserta didik disuguhi oleh kemampuan profesional seorang guru PAI yang mampu mengkreasikan model pembelajaran dan menjadikan mata pelajaran PAI lebih menarik dan dirasa penting untuk dikaji dan dipelajari.

"Saudari telah mampu menjadi pelopor pengembangan PAI berbasis ICT, terbukti saudari telah melahirkan sejumlah prestasi dan berobsesi mewujudkan pembelajaran PAI yang lebih menarik dan menempatkannya sebagai motor penggerak bagi pelajaran lain di sekolah umum," isi sidang.

"Kami bangga dengan sejumlah prestasi dan hasil penelitian anda," begitu pujian Prof. Dr. H. Rusjdi Ali Muhammad, SH (Direktur Pascasarjana UIN Ar raniry Banda Aceh) yang juga tercatat sebagai ketua sidang Munaqasyah Tesis kepada ibu guru yang juga tercatat sebagai Kepala Laboratorium PAI di SMPN 8 Kota Banda Aceh.

Sidang Tesis yang turut disaksikan oleh Kepala SMPN 8 Kota Banda Aceh Muhammad, S.Pd, M.Pd, Ketua 1 DPW AGPAII Provinsi Aceh Ahlul Fikri, S.Pd.I, M.Pd, Pengawas PAI Hj. Fatimah Ummi Bukhari, M.Pd, sejumlah perwakilan Guru PAI, siswa siswi SMPN 8 Banda Aceh berlangsung menarik dan penuh khidmat, apalagi maghfirah mampu menghadirkan suasana sidang yang terus mendapat pujian dari para pengujinya.

Karena ini sebuah terobosan dan obsesi saudara,kami memberikan apresiasi sehingga harapan saudara semua Guru PAI di Kota Banda Aceh mampu mengimplementasikan model pembelajaran PAI yang menarik dan menjadikan guru PAI sebagai Imam bagi guru bidang studi lain dalam menerapkan dan mengadopsi model pembelajaran PAI yang menarik bagi peserta didik, khususnya di Kota Banda Aceh.

Saya punya obsesi,guru PAI harus berada digarda depan, guru yang penuh inovatif dan mampu menjadi mata pelajaran PAI lebih menarik dan menerapkan pembelajaran dengan metode yang lebih kreatif. Tinggalkan pola manual dan metode belajar yang kaku dan tidak menarik. Mari wujudkan PAI sebagai pelajaran yang menarik dan menjadikan guru PAI sebagai agen perubahan mindset.

"Khususnya dalam penerapan pembelajaran PAI yang bermutu, juga berharap hasil penelitian ini menjadi masukan dan referensi bagi GPAI di kota Banda Aceh khususnya pada jenjang SMP," begitu salah satu jawaban yang diberikan ibu Maghfirah Zainal Abidin ketika menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Dr. M. Duskri, M.Kes yang juga sebagai Ketua Konsorsium Sertifikasi Guru PAI Pada LPTK Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh.

[Foto: Maghfirah Zainal abiding, S.Pd.I, MA berpose bersama para Penguji Pada Sidang Tesis di Ruang Sidang Direktur Pascasarjana UIN Ar Raniry Banda Aceh]

Layanan
harkitnas26
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh