[Darussalam | Yakub] Tujuh orang guru juru latih utama (pembimbing) Pendidikan Al-Qur'an dan As-Sunnah dari Negeri Kedah, Malaysia melakukan studi banding ke MAN Darussalam, Kabupaten Aceh Besar.
Rombongan yang tiba di MAN Darussalam Sabtu (19/11) itu, bertujuan menggali informasi dan pengetahuan tentang implementasi pembelajaran Agama di Aceh, khususnya di MAN Darussalam.
Perwakilan rombongan, Rasidah binti Aziz dari Sekolah Menengah Kebangsaan Agama Yan, Kedah mengungkapkan, kedatangannya bersama rombongan adalah untuk melihat bagaimana kurikulum dan metode Pendidikan Agama di Aceh, khususnya di MAN Darussalam.
Setelah mengunjungi kelas dan melihat praktik pembelajaran agama di MAN Darussalam, ia berkesimpulan sistem pembelajaran Agama di Aceh memiliki kesamaan dengan sistem yang berjalan di Negeri Kedah, Malaysia.
Rombongan mengapresiasi dan terkesan dengan keramahan guru dan siswa MAN Darussalam dalam menyambut tamu.
Sementara Kepala MAN Darussalam, Drs Hamdan menyambut baik lawatan guru agama dari negeri jiran tersebut. "Kunjungan ini merupakan kehormatan bagi kami," kata Hamdan.
Menurutnya kunjungan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di masing-masing madrasah/sekolah.
"Dengan kunjungan kedua belah pihak dapat saling bertukar informasi dan pengetahuan tentang sistem pendidikan dan kurikulum pendidikan agama di sekolah masing-masing," jelas Hamdan, seperti disampaikan Ketua Seksi Publikasi Panitia Penyambutan Studi Banding Guru Agama Kedah, Nurchaili SPd MPd.
Dengan demikian kedua belah pihak dapat belajar dan mengambil yang terbaik (best practice) dari sistem pendidikan yang telah berjalan. []














