Dinamika Menuju Cek Mbon

Inmas Aceh
Inmas Aceh
Author20 Oktober 2014
Dinamika Menuju Cek Mbon

[Peureulak | Jamaluddin] Semua tahu bahwa jembatan adalah sarana penghubung antara suatu tempat dengan tempat lain yang sangat penting, bila jembatan bagus tentu saja, semua proses transportasi akan berjalan lancar dan akan tiba di tempat tujuan tepat waktu.

Demikian halnya untuk menuju sekolah MIN Cek Mbon Peureulak juga melewati beberapa jembatan diantaranya jembatan yang menghubungkan Desa Blang Simpo dengan Lubuk Pempeng, yang sekarang ini kondisinya kurang aman untuk dilalui, karena sebagian jembatan sudah miring dan papan lantainya ada yang sudah patah sehingga kendaraan roda dua yang biasa digunakan harus di dorong untuk melewatinya.

Adapun bagi guru-guru yang bertugas di MIN Cek Mbon dan sekolah sekitarnya tetap berpacu dengan waktu untuk tiba di Madrasah Tepat Waktu (On Time), dengan tidak mempermasalahkan bagaimanapun kondisi jembatan yang mareka lalui setiap pagi dan siang hari.

Hal ini yang dirasakan Salma, S.Pd.I, salah seorang guru Al-Qur’an–Hadis pada MIN Cek Mbon Peureulak, “Kalau bukan karena tuntutan tugas mulia, mungkin bagi seorang wanita tidak ada nyali untuk melewati jembatan yang sebagian papan lantainya sudah patah, dengan kedalaman 10 (sepuluh) meter dari dasar Alur,” ujarnya yang yakin bahwa karena berbuat baik tentu Allah akan memelihara hambanya.

Begitu juga halnya dengan Nurul Hayati, S.Pd.I guru honorer yang telah mengabdi di MIN Cek Mbon selama 10 ( sepuluh ) tahun yang menambahkan bahwa sudah menjadi dinamika bertugas di daerah pedalaman kalau musim hujan jalan berlumpur dan jika kemarau jalan berdebu di tambah dengan jembatan yang rusak.“Saya sangat sedih ketika mendengar bahwa MIN Cek Mbon tidak lagi masuk dalam daerah terpencil. pada hal untuk menuju desa tersebut harus melewati jalan yang bergelombang dan berlubang dengan jarak tempuh 44 km (PP),” ujarnya, Sabtu, (18/10).

“Saya mengharapkan kepada jajaran Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur semoga tetap menjadikan MIN Cek Mbon sebagai Madrasah terpencil sehingga guru-guru honorer bisa mendapat tunjangan dana terpencil seperti sebelumnya,” tambahnya.

Nurli,S.Ag,M.Pd Kepala MIN Cek Mbon mengharapkan kepada guru bahwa datang ke sekolah harus tepat waktu, namun tetap menganut prinsip mengutamakan keselamatan (safety first), sehingga tidak ada insident yang membahayakan terhadap diri sendiri yang akan mengakibatkan ruginya peserta didik, “Saat melewati jembatan yang rusak apalagi di musim hujan. hati-hati membuat anda selamat. kepada kepala daerah semoga cepat memperbaikinya sebelum jembatan tersebut menelan korban,” imbuhnya. [yyy]

Layanan
harkitnas26
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh