Lapangan Lapangan Geulumbuk, Kecamatan Kluet Selatan, yang biasanya sepi menjadi riuh dan sesak dengan semangat peserta Perkemahan Pramuka Madrasah (PPM) II Aceh Selatan Tahun 2026.
Selepas Salat Isya, Jumat malam, 24 Juli 2026, ratusan Pramuka Madrasah duduk bersila dalam barisan yang rapi. Di bawah bentangan langit malam, mereka menengadahkan tangan, melantunkan istigfar, tasbih, tahlil, dan doa bersama. Suara zikir bergema lembut, menyatu dengan udara malam, menghadirkan suasana khusyuk yang menyelimuti seluruh kawasan perkemahan.
Malam itu menjadi pengingat bahwa pendidikan kepramukaan di madrasah tidak hanya membentuk generasi yang tangguh secara fisik, tetapi juga kokoh dalam keimanan dan ketakwaan.
Zikir dan doa bersama itu dipimpin oleh M Nasir, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kecamatan Kluet Selatan. Sebelum zikir dimulai, ia menyampaikan tausiah yang mengajak para peserta memaknai kembali arti menjadi seorang Pramuka Madrasah.
M Nasir mengingatkan bahwa mereka adalah generasi yang mendapat kesempatan ditempa melalui pendidikan kepramukaan yang berpijak pada nilai-nilai keislaman.
Ia menjelaskan, Dasa Dharma Pramuka bukan sekadar pedoman organisasi, tetapi juga cerminan ajaran agama yang mengajarkan ketakwaan, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kepedulian, serta semangat mengabdi kepada sesama.
"Inilah anak-anak terpilih. Jadilah anggota Pramuka yang tangguh, beriman, dan bertakwa. Semoga kalian tumbuh menjadi generasi yang berguna bagi agama, bangsa, dan negara," pesannya.
Setelah tausiah usai, seluruh peserta kembali larut dalam lantunan zikir. Di tengah heningnya malam, doa-doa mengalir untuk Indonesia, untuk Aceh Selatan, dan untuk harapan akan masa depan yang damai, bersatu, serta dijauhkan dari segala musibah.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Selatan, Khairul Huda, mengatakan pendidikan kepramukaan di madrasah tidak hanya bertujuan membentuk generasi yang tangguh, terampil, dan berjiwa pemimpin, tetapi juga menanamkan kekuatan spiritual sebagai fondasi kehidupan.
Menurutnya, bermunajat di alam terbuka memiliki makna yang mendalam. Di bawah langit ciptaan Allah SWT, setiap doa dipanjatkan dengan harapan menjadi jalan turunnya rahmat dan keberkahan.
"Di bawah langit dan alam yang terbuka ini, kami yakin doa anak-anak akan membawa keberkahan dan insya Allah diijabah oleh Allah SWT. Maka, melalui istighasah ini kita khususkan zikir dan doa untuk bangsa dan negara, khususnya Aceh Selatan agar senantiasa Allah lindungi dari segala marabahaya, bencana, perpecahan, dan huru-hara," ujarnya.
Bangsa ini, kata Khairul Huda, membutuhkan generasi yang bukan hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki karakter religius, mencintai tanah air, serta menjadikan doa sebagai kekuatan dalam setiap langkah kehidupan.
PPM II Aceh Selatan Tahun 2026 sendiri sudah berlangsung sejak Kamis, 23 Juli hingga 26 Juli 2026. Sebanyak 59 regu ambil bagian dalam perkemahan ini, dengan total 826 peserta, termasuk pembina dan guru pendamping.[]










