[Debarkasi Haji | Zainal Arifin/Yakub] Berdasarkan informasi yang diterima melalui Sistem Informasi Haji, hingga Ahad, 12 Oktober 2014, jumlah Jamaah Haji asal Aceh yang meninggal dunia bertambah 1 (satu) orang. Jumlah keseluruhan menjadi 4 (empat) orang jamaah.
Jamaah terakhir yang meninggal bernama Jihadiyah Binti Mataridy Rahi Matardy berasal dari Kabupaten Bener Meriah. Almarhumah meninggal pada Sabtu, 11 Oktober, di Makkah dan tergabung dalam kloter 07 BTJ Nomor Manifes 290.
Sebelumnya, terdapat 3 (tiga) Jamaah Haji asal Aceh yang meninggal yaitu Abdul Wahab Amin Cut Mad Amin meninggal pada 22 September, tergabung pada kloter 02 BTJ manifest 250 asal Kabupaten Pidie.
Almarhum Kamarni Ali bin Muhammad Ali meninggal pada 2 Oktober tergabung dalam kloter 04 BTJ manifes 438 asal Kabupaten Aceh Singkil dan Muhammad Tahir Zainal meninggal pada 4 Oktober tergabung dalam kloter 06 BTJ manifest 129 asal Kabupaten Bireuen. Dan keseluruhannya meninggal dunia di Makkah.
Sesuai peraturan yang berlaku kepada ahli waris akan diberikan santunan (asuransi) yang pada tahun ini dipercayakan kepada PT AJS Amanahjiwa Giri Artha.
Sampai dengan sore Ahad (12/10), tercatat ada 173 jamaah haji Indonesia yang meninggal. Termasuk almarhumah Jihadiyah binti Mataridy Rahi, asal Blang Ara – Kec. Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Gampong Blang Ara, tetangga Keunawat dan Pondok Sayur, sebelum melintasi Pondok Baru, dari Simpang Tiga Redelong, ibukota Bener Meriah.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh mengucapkan rasa dukacita yang mendalam seraya berdoa semoga Allah menerima amal ibadah almarhum/almarhumah.[inmas]
[foto: petugas kloter 3 dan tim medis merawat salah satu jamaah asal aceh utara di sisi aula utama embarkasi haji (21/9), foto: yakub]















