Karang Baru (Muhammad Sofyan) - Di bawah teriknya matahari menjelang siang Jumat (6/4), tim dari Kankemenag Aceh Tamiang, Abdul Wahab, Husaini dan Dedi Darmadi sibuk memasang perlengkapan berupa teodolit untuk mengukur arah Kiblat Masjid Al-Ikhlas Kampung Suka Jadi Kecamatan Banda Mulia. Sementara itu, staf umum Kankemenag Tamiang dan beberapa orang tokoh masyarakat menyaksikannya dari teduhnya pohon sawo.
Pengukuran dilakukan di lokasi yang rencananya akan dibangun masjid yang baru, mengingat masjid di lokasi yang lama sudah tidak mampu lagi menampung jamaah, tanahnya juga sempit. Untuk parkir jamaah saat Shalat Jumat terpaksa menggunakan badan jalan.
Pengukuran arah kiblat ini sudah pernah dilakukan pada Minggu yang lalu namun gagal karena terjadi eror pada aplikasi penghitung sudut arah kiblat sehingga tertunda.
Setelah berhasil mendapatkan arah Kiblat, tim bersama tokoh masyarakat yang hadir membacakan Surat Al-Fatihah yang ditujukan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, kepada Tabiin, Tabit Tabiin, para guru dan khusus kepada penemu Aplikasi Mizwala yang digunakan untuk menentukan derajat arah Kiblat tersebut.
Terkait pengumpulan dana yang digunakan untuk membangun masjid yang baru, masyarakat mengumpulkan padi saat panen dengan besaran yang berbeda-beda, ada yang satu goni ada yang dua bahkan ada yang sampai tiga goni.
Berdasarkan hasil rapat masyarakat kampung, warga bisa menyumbang seikhlas hati. “Dalam rapat diputuskan seikhlas hati, namun saat dilakukan pengutipan mereka menyerahkan ada yang segoni ada yang dua bahkan ada yang sampai tiga goni, ” ujar Kuat, salah seorang tokoh masyarakat. [x]















