Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh Drs H Azhari MSi kembali sampaikan sejumlah poin penting, dalam amanat apel pagi Senin, 13 April 2026.
Dalam apel di halaman kantor, Kakanwil sampaikan, bahwa jika sejumlah kegiatan memang sudah bisa dieksekusi, maka langsung dilaksanakan, silakan disegerakan.
"Jika ada kegiatan yang membutuhkan revisi misalnya, segera direvisi agar pelaksanaannya juga bisa lekas direalisasikan, tapi tetap sesuai peraturan," ajak Kakanwil pagi 24 Syawal 1447 H.
"Terhadap program yang masih berbintang atau diblokir, ini tentu boleh ditunda dulu, sampai saatnya tidak ada pemblokiran lagi nantinya," imbuh Kakanwil.
Terkait rutinitas kerja jam kantor pada Senin-Kamis, Kakanwil ingatkan agar pada unit mana pun, tetap berjalan lebih baik, baik selama Syawal maupun pada bulan-bulan berikutnya.
"Dan, Jumat tetap kita kerja, bukan libur. Jumat adalah perpindahan kerja dari kantor ke rumah. Namun jika ada keperluan yang diminta pimpinan untuk hadir kita ke kantor, maka tidak ada alasan ia bahwa ini sedang WFH," ingatnya terkait aturan work from home (WFH).
"Di mana pun bekerja, layanan bagi masyarakat tetap terlayani baik, dan tersampaikan," anaknya.
Jadi, diingatkan Azhari, jika kita bekerja di rumah, itu bukan berarti kita bisa ke kebun atau ke tempat lain. Ke kebun atau ke sawah, tentu bisa pada hari Sabtu dan Ahad atau hari libur.
Sejumlah kegiatan memang bisa dengan zoom, atau online dari rumah. Namun, ujanya, ada kegiatan yang memang harus manul, misalnya leges ijazah, ini tentu tak bisa dengan zoom.
Jika demikian, pola kerja Jumat, maka jika masyarakat yang butuh layanan, bisa memanfaatkan saat jajaran kerja Senin-Kamis. Dan jajaran bisa member pemahaman bahwa Jumat bekerja dari rumah atau WFH.
Harapannya, "Pelan-pelan nanti agar dapat dipahami masyarakat agar jika mau jumpa di kantor, maka hadirlan Senin sampai Kamis."
Dalam kaitan ini juga, Kakanwil ingatkan, agar jangan sampai sampai terjadi, mungkin karena keenakan kelamaan di rumah atau libur panjang, maka kerja pada Senin jadi belum siap.
Kakanwil juga ingatkan dan mohon masyarakat bisa memahami, bahwa kondisi pascabanjir, bisa saja layanan bisa saja tidak secepat yang biasanya. Apalagi bagi madrasah yang mobiler masih terkendala, juga layanan KUA.
"Apalagi angka pernikahan meningkat di bulan Syawal. Layanan KUA tetap berjalan baik," ungkapnya.
Katanya, meski di sisi lain harga nikah meningkat, nikah bulan ini tetap meningkat.
"Dan kita harus selalu ingatkan, bahwa berapa pun mahar, nikah tetap sah," kantanya, dan mengajak semua jajaran Kemenag harus paham juga meski ini urusannya bagian urais.
Kakanwil juga apresiasi atau suksesnya pernikahan yang viral baru-baru ini. Dan Kemenag pusat di Jakarta pun mengapresiasinya.
Yakni pernikahan oleh catin yang salah satu pasangannya tunarungu. Prosesi nikah ini berjalan mengharukan, bersama satu layanan sebuah KUA di Kota Banda Aceh ini.[]















