[Jambi | Yakub/Jabbar] Jika pada Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) di Lombok (2011), cabang debat dalam babak penyisihan berhadapan dengan tim luar Jawa, dan baru berhadapan dengan kafilah Jawa dalam semi final, maka kali ini di Ponpes As’ad Jambi, Aceh harus mengakui keunggulan kawan Jateng (Jawa Tengah) justru di babak penyisihan.
Kamis sore (4/9), kafilah Aceh tampil dalam cabang debat Bahasa Arab putra, dan dipaksa melawan Jateng. Ini hasil undiang di arena musabaqah. “Kelebihan anak Aceh sudah maksimal, tapi Jateng lebih maksimal lagi,” kata Ustadz H Israr Hirdayadi Lc MA, pelatih debat.
Jika sempat unggul di babak penyisihan tentu bisa menularkan semangat pada tim lain, cabang lain, meski nanti kalah juga di semi dan final. Namun jika di penyisihan sudah lawan tim yang unggul, lain ceritanya.
Ada catatan lain kami juga, peserta Aceh untuk cabang Fiqh-Ulya, Kana Rahmi (dara baro Aceh saat defile pembukaan), tampil dengan bacaan yang lancar, Dewan Juri pun geleng kepala. Namun giliran ditanyai i’rab QS Alam tara kaifa fa’ala rabbuka bi ash-habil fil…, sudah mandeg, tak terduga itu disuruh.
Namun cabang Tafsir- Ulya atas nama Ahmad Syahputra, insya Allah masuk semifinal.
Insya Allah, Nurmasyitah (Tafsir-Ulya) juga yang tampil besok, ada kemungkinan masuk final, doakan saja. Sementara besok Jumat (5/9), dilanjutkan beberapa cabang lagi yang belum tampil sekarang. [inmas]












