[Kanwil | Zainal Arifin/Yakub] Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Aceh, Senin pagi (25/8) menutup Rapat Konsultasi Pembentukan Kloter dan Pemantapan Kloter Embarkasi Aceh Tahun 1435 H/2015 M. Rapat di Hotel Grand Nanggroe Banda Acehtersebut berlangsung sejak hari Sabtu (23/8/14) yang diikuti seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Provinsi Aceh serta Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji yang ada diseluruh Aceh.
Rapat pembentukan kloter berhasil menyepakati pemberangkatan Jamaah Calon Haji dari masing-masing Kabupaten Kota sebagai berikut:
Jamaah yang akan diberangkatkan pada Kloter 01 BTJ berasal dari Aceh Besar (158 JCH), Aceh Timur (156 JCH) dan Banda Aceh (121 JCH
Kloter 02 BTJ berasal dari Pidie (240 JCH), Pidie Jaya (109 JCH) Nagan Raya (79 JCH) dan Subulussalam (7 JCH)
Kloter 03 BTJ berasal dari Aceh Utara (203 JCH) Langsa (160 JCH, dan Aceh Tamiang (72 JCH)
Kloter 04 BTJ berasal dari Aceh Barat (185 JCH) Aceh Selatan (115 JCH) Abdiya (76JCH), Aceh Jaya (52 JCH), dan Singkil (7 JCH)
Kloter 05 BTJ berasal dari Lhokseumawe (212 JCH), Aceh Utara (119 JCH), Sabang (78JCH), dan Gayo Lues (26 JCH)
Kloter 06 BTJ berasal dari Bireuen (273 JCH), Aceh Besar (94 JCH), dan Banda Aceh 68 JCH)
Kloter 07 BTJ berasal dari Banda Aceh (195 JCH), Aceh Utara (40 JCH), Aceh Tengah (73 JCH), Aceh Tenggara (50 JCH), Siemuelue (21 JCH), dan Bener Meriah (56 JCH).
Kepala Bidang PHU mengharapkan kepada seluruh peserta yang hadir untuk dapat lebih meningkatkan pelayanan kepada Jamaah Calon Haji serta meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana haji.
Kakanwil Kemenag Aceh, Drs Ibnu Sa’dan MPd mengatakan, kelompok terbang (Kloter) I calon jamaah haji (CJH) Aceh masuk dalam kloter ke-2 nasional. Dengan demikian, kloter ini berangkat ke Jeddah mulai 19 hingga 26 September 2014.
“Artinya, Kloter I dari Aceh harus sudah masuk Asrama Haji Banda Aceh pada 18 September 2014, karena keesokan harinya mereka akan diterbangkan langsung dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, ke Jeddah,” kata Ibnu Sa’dan menjawab Serambi (tribunnews.com) di Banda Aceh, Senin (11/8/2014) kemarin.
Menurutnya, kuota CJH Aceh tahun ini sama seperti tahun 2013 lalu, yakni 3.111 orang, ditambah 29 orang Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD), sehingga totalnya 3.140 orang.
Sebanyak 3.111 CJH itu, kata Ibnu Sa’dan, ke Jeddah naik pesawat Boeing 777 seri 300 produksi tahun 2009 dengan jumlah tempat duduk 440 (seat). Jadi, kuota haji yang diberikan untuk Aceh sebanyak 3.111 itu, dibagi ke dalam tujuh kloter.
Sampai saat ini, menurut Kakanwil Kemenag Aceh itu, tahapan persiapan pemberangkatan CJH dari Aceh belum ada kendala yang serius dan masih berjalan sesuai dengan jadwalnya.
Bahkan pada tahun ini, ada beberapa fasilitas yang tahun lalu belum terpenuhi dengan baik, maka pada tahun ini dipenuhi, baik melalui sumber dana APBN, maupun APBA tahun sebelumnya.
Misalnya, untuk tempat tidur, sudah ada pergantian tempat tidur yang baru.“Begitu juga soal menu makanan calon jamaah haji di asrama, air, listrik, dan kebutuhan lainnya untuk memberikan kenyamanan bagi CJH 2014, sudah kita persiapkan sesuai jadwal tahapan dan standar kualitas yang telah ditentukan Kementerian Agama,” ujar Ibnu Sa’dan.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Dr dr Syahrul SpS(K) menyatakan, pemeriksaan kesehatan pada musim haji 2014 ini akan lebih diperketat lagi dari tahun-tahun sebelumnya.
“Tujuannya agar calon jamaah haji yang diberangkatkan kondisi kesehatannya benar-benar memberikan jaminan bagi dirinya sendiri untuk bisa menunaikan rukun hajinya dengan aman dan nyaman setibanya di tanah suci nanti,” kata Syahrul dalam rapat evaluasi persiapan pemberangkatan calon jamaah haji asal Aceh di Ruang Rapat Pimpinan DPRA, Senin (11/8/2014).
Untuk melaksanakan semua rukun haji, kata Syahrul, dibutuhkan banyak tenaga dan yang benar-benar fit.“Kalau kondisi badan kita kurang sehat, bagaimana kita bisa melaksanakan rukun haji dengan baik,” ujarnya.
Jadi, menurut Syahrul, para CJH yang memiliki penyakit darah tinggi, jantung, ginjal, sesak napas, darah manis, dan lainnya, yang bisa membatasi pergerakannya nanti di Tanah Suci, maka akan diperiksa secara teliti.
[Foto: Kakanwil, Kabag TU, Kabid PHU Kanwil Kemenag Aceh, Kakankemenag Aceh Besar, dan panitia lannnya di Aula Misfalah Embarkasi Haji, 1434 H]













