[Cimahi | Yakub Inmas] Madrasah dari Aceh Jaya dan Bener Meriah berkesempatan mengunjunggi beberapa madrasah di Kota Cimahi dan Kab. Bandung Barat (3-5/9). Ke 22 orang guru, kepala madrasah, komite madrasah, yang didampinggi oleh Kakan Kemenag Aceh Jaya dan Kasi Pendis Kemenag Bener Meriah mendapatkan gambaran praktik yang baik hasil pelaksanaan pembelajaran dan manajemen di madrasah yang mereka kunjungi.
Di madrasah itu juga telah menerapkan budaya baca dan proses implementasi Kurikulum 2013. Pengelolaan madrasah tampak partisipatif, transparan, dan akuntabel. Keterlibatan orangtua, masyarakat, dan pihak lain juga tampak dalam upaya meningkatkan kerjasama dengan masyarakat/ lembaga/ badan di luar madrasah.
Yusnizar, Komite MIN Sukadamai Bener Meriah, mengaku mendapat pengalaman baru meningkatkan partisipasi orangtua, masyarakat, dan pihak lain di madrasah. “Pelajaran ini menjadi bekal kami untuk meningkatkan kerjasama dengan masyarakat/lembaga/badan di luar madrasah,” ujar Yusnizar.
Sementara itu Daud Pakeh, Kepala Kantor Kemenag Aceh Jaya, mengaku mendapatkan pelajaran berharga mengenai proses pembelajaran aktif dan manajemen sekolah.
“Cara belajar siswa, guru mengelola pembelajaran di kelas, dan pendekatan guru dengan muridnya yang penuh kasih sayang, semua menjadi pelajaran berharga bagi kami dalam kunjungan ini, termasuk pembenukan sakinah kelas yaitu komite kecil di setiap kelas untuk mengurus anak-anak merka sendiri” kata Daud Pakeh.
Sebelumnya, Bupati Aceh Jaya Ir Azhar Abdurrahman, selasa (2/9) memberikan motivasi kepada pada para peserta kunjungan belajar pada pembukaan kegiatan di Bandung. Bupati menegaskan pentingnya kunjungan belajar untuk mendapatkan pembelajaran. “Jangan terlalu banyak belanja material, belanja ilmu pengetahuan lebih penting karena tidak semua pendidik mendapat kesempatan seperti ini, apalagi ditengah keterbatasan APBK kita, jadi janganlah kita sia-siakan kunjungan belajar tanpa menghasilkan perubahan di daerah kita,” kata Bupati.
Guru, kepala madrasah, dan komite yang mengikuti kunjungan ini merupakan perwakilan dari madrasah yang terseleksi menjadi Madrasah Praktik Baik atau Good Practice School (GPS). Selain sekolah, GPS melibatkan madrasah mitra USAIDPRIORITAS yang telah menunjukkan praktik baik dalam lingkungan madrasah, kegiatan guru, kegiatan siswa, kepemimpinan madrasah, dan partisipasi masyarakat. Demikian rilis yang kami terima dari T Meldi Kesuma, Communication Specialist program USAID PRIORITAS Aceh.
Pada setiap daerah kab/kota mitra USAIDPRIORITAS dipilih empat sekolah/madrasah GPS yang terdiri atas satu SD, satu MI, satu, SMP, dan satu MTs. GPS diproyeksikan untuk menjadi pusat layanan pengembangan profesional. GPS juga akan menjadi pusat kunjungan sekolah/madrasah lain. []












