[Embarkasi Aceh | Yakub] Kloter 3 asal Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Kota Langsa, menuju Bandara SIM pukul 18.45 WIB. Semula yang tunda/mutasi ke Kloter 8 hanya dua.
“Kloter 3, ada mutasi 2 jamaah (suami-istri) ke Kloter 8 (Kloter gabungan). Jamaah asal Kota Langsa, Syahriazal Muhammad Daud (sakit) dengan manifes 336, dan istrinya Bidasari Abdulah Yusuf (manifes 337), yang mendampingi suaminya,” jelas Kepala Bidang Dukumen, Manifes, dan Paspor, Drs H Hibban MM.
Laporan terakhir dari tim medis, dua lagi JCH asal Baktia Aceh Utara juga tunda berangkat bersama Kloter 3. Adalah Ainal Mardhiah Sayok Tenku Puteh (umur 60) manifes 068 tunda terbang untuk mendampingi suaminya, Muhammad Usman (umur 69) manifes 067.
Atas nama Bidang Kesehatan PPIH, Ketua Unit Kesehatan dr Nungki Naifaris Alami jelaskan bahwa Muhammad Usman dinilai belum boleh terbang dengan alasan TB Paru.
Kloter 3 ini diketuai oleh Drs Kasmimi M Daud (TPHI), TPIHI-nya Drs Amri Syamaun A Rasyid, Dokter/Paramedisnya dr Wahyudi Hidayat Tarmizi, Hasanul Basri Abdurrahman, dan Furadah Bukhari Abdullah. Tampak hadir serius ikuti tahapan pengasramaan, bimbingan, dan pemberangkatan Wakil Bupati Aceh Utara, Drs Muhammad Jamil MKes.
Pelepasan bersama Sekda Aceh Utara, Drs H Isa Ansari MM, mewakili Bupati Aceh Utara, pukul 14.00 WIB, di Aula Utama.
Sementara yang jatuh saat bimbingan kesehatan di Aula Utama, pagi Ahad (21 Sept), yang tiba-tiba brrrukkk, jamaah atas nama Zulkifli Abdurrahman, manifes 105, asal Lhoksukon jadi terbang. Jadi Kloter 3, mutasi 2 dan tunda 2 lagi, yang berangkat 436 jamaah termasuk petugas. [inmas]
[foto: kakanwil bersama kakankemenag kota langsa di aula utama]













