[Kota Langsa | Yakub Inmas] Dahsyatnya Pendidikan Seni Tari sebagai bagian dari bidang studi kesenian memiliki peran dalam membina peserta didik untuk mengembangkan logika, etika, dan estetika melalui pengenalan materi seni baik tradisi maupun non tradisi
Realitas yang sering terjadi dalam pola pengajaran seni tari di sekolah cenderung kurang mampu menumbuhkan kecerdasan kreatif. Hasil proses belajar seni tari pada peserta didik tidak diarahkan sebagai proses pembentukan perilaku, tetapi lebih pada aspek pencapaiaan hasil secara motorik saja.
Padahal tujuan pembelajaran seni tari di sekolah bukan mencetak siswa untuk menjadi seorang yang ahli atau pandai menari tetapi, melalui pembelajaran seni diharapkan terjadinya perubahan pada siswa baik dilihat dari aspek kognitif, afektif maupun psikomotornya.
Dalam kreaktifitas, hal yang penting bukanlah penemuan sesuatu yang belum pernah diketahui orang sebelumnya, melainkan produk kreaktifitas itu merupakan sesuatu yang baru bagi orang lain. Semua anak memiliki kapasitas kreaktivitas, akan tetapi tingkatan dan kualitas pencapaiannya tidak sama.
Dalam rangka festival Seni Tari yang di adakan oleh Pemerintah Kota Langsa untuk menyambut ulang tahunnya yang ke- XIII pada tanggal 12 s.d 15 Oktober 2014 di alun-alun Kota Langsa.
Siswa-siswi Madrasah Tsanawiya Negeri Langsa yang tergabung dalan kelompok tari MTsN Langsa di latih dan dibimbing oleh Ustazah Rosyta, S.Pd. Kim serta Ustazah Aslindawati, S.Pd.I ikut serta dalam even tersebut dan dalam even tersebut mendapat juara ke-II.
Diharapkan dengan adanya acara-acara seperti ini siswa-siswi dapat berperan aktif dalam meningkatkan kecerdasan kreatifnya serta menumbuhkembangkan logika, etika dan estetika peserta didik tersebut. Dengan bekal kreativitas yang tinggi mereka juga diharapkan dapat membuat inovasi-inovasi yang mempunyai nilai-nilai besar dalam masyarakat. [humas mtsn kota langsa]















